Kenalkan, ini Buncis.

DSCF7804-edited 02Buncis adalah sebuah boneka kelinci abu-abu-putih. Dia kami beli sekitar satu setengah tahun yang lalu di IKEA di kota tetangga. Harganya ketika itu cuma 1 euro. Buncis dan semua saudara kandungnya di dalam bak besar adalah produk IKEA yang masuk dalam program Unesco. Semua uang yang terkumpul dari hasil penjualan Buncis dan saudara-saudara kandungnya ditujukan untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak kurang mampu di seluruh dunia yang menjadi salah satu misi Unesco. Yang mengejutkan kami saat membeli Buncis adalah ketika membaca label kain di bagian buntutnya. Ternyata Buncis dan seluruh saudara kandungnya dibuat, diproduksi, di Indonesia. Yaiy!!

Buncis kami beli untuk sebuah tujuan.

Beberapa bulan sebelum kami membeli Buncis adik saya mengadopsi seekor anak kucing. Anak kucing berwarna oranye itu dia pungut dari jalanan di depan rumahnya. Si anak kucing tersebut tergeletak di jalanan dalam keadaan sekarat. Sebuah kendaraan melindas bagian belakang si anak kucing hingga nyaris gepeng. Tidak ada orang yang peduli. Adik saya melihatnya. Kemudian memungutnya. Membawanya ke kakak kami, seorang dokter hewan. Ternyata tidak ada harapan bagi si anak kucing malang. Bagian belakang tubuhnya lumpuh total.

Adik saya mengadopsinya. Dan memberinya nama Possum. Ternyata Possum adalah anak kucing jantan. Setelah dirawat dengan ketelatenan dan kesabaran kondisi Possum membaik. Bagian belakang tubuhnya tetap lumpuh total. Itu berarti dia tak bisa merasa ketika buang air kecil dan/atau buang air besar. Semua terjadi tanpa rasa. Oleh karenanya Possum harus selalu mengenakan popok bayi siap pakai, diapers. Tapi kesehatannya secara umum makin membaik. Possum menjadi seekor anak kucing yang gembira dan lincah.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kemudian adik saya berniat memberinya kursi roda khusus untuk kucing. Tapi kalau beli jadi ternyata mahal. Kenapa? Sebab setiap kursi roda yang dibuat untuk seekor binatang, semisal kucing atau anjing, dibuat khusus untuk si kucing atau si anjing tersebut. Dibuat sesuai kebutuhan binatang tersebut. Ukurannya adalah ukuran binatang yang bersangkutan. Jadi tidak bisa dibuat massal dengan ukuran all size seperti membuat pakaian jadi secara massal. Bahkan tidak bisa juga kalau ukurannya menggunakan tiga ukuran yang berlaku umum, S, M dan L.

Adik saya tanya, kira-kira Ron bisa nggak menolong membuatkan kursi roda untuk Possum. Saya sampaikan pertanyaan dia ke suami saya. Setelah melihat beberapa contoh kursi roda untuk hewan di internet, suami saya bilang bisa. Tapi dia butuh ukuran tubuh Possum. Nah! Ini dia yang sulit. Sebab Possum tinggal di Jakarta dan kami tinggal di Belanda. Akhirnya setelah ber-facetime ria kami mendapat gambaran yang lebih jelas seberapa besar Possum. Setelah itu jadilah kami pergi ke IKEA untuk berburu boneka binatang yang bentuk dan ukurannya kira-kira seperti bentuk dan ukuran Possum. Dan kami menemukan Buncis!

DSCF5227-edited 02

Cerita punya cerita akhirnya kursi roda untuk Possum sudah jadi. Tepatnya setengah jadi. Bagian pertama, membuat kerangka kursi roda, dikerjakan oleh suami saya. Kerangka kursi roda buat Possum itu dibuat suami saya dengan menggunakan ukuran tubuh Buncis. Itulah tujuan kami membeli Buncis. Sebab menurut perkiraan kami ukuran tubuhnya kurang lebih sama atau mirip dengan ukuran tubuh Possum. Bagian kedua, pembuatan tali kendali yang menghubungkan kursi roda dan tubuh Possum, menjadi tugas saya untuk mengerjakannya. Bagian kedua ini sampai sekarang belum saya kerjakan. Ketika hendak berangkat pulang ke Indonesia tempo hari saya masih nggak punya ide bagaimana tali kendali penghubung itu mesti dibuat. Rasanya kok nggak punya daya imajinasi sama sekali. Kerangka kursi roda tersebut saya bawa serta ke Indonesia. Berharap saya bisa mengerjakan pembuatan tali kendali penghubung itu di Jakarta, melihat dan mengukur Possum langsung serta meminjam mesin jahit kakak atau adik saya. Nggak kesampaian juga. Mesin jahit kakak saya sedang rusak. Mesin jahit adik saya travonya entah kemana. Saat waktu pulang ke Belanda tiba kerangka kursi roda untuk Possum saya tinggal di Jakarta. Berharap bisa mengerjakan tali kendali penghubungnya saat saya pulang lagi ke Indonesia lain waktu. Possum sendiri sampai sekarang masih bergerak ke sana dan ke mari dengan cara setengah ngesot. Berjalan dengan kedua kaki depannya yang sehat sambil menyeret bagian belakang tubuhnya yang lumpuh total itu. Tetap dengan gembira dan lincah.

Kembali ke Buncis.

Tugas Buncis menjadi model bagi pembuatan kerangka kursi roda untuk Possum telah selesai. Lalu? Lalu Buncis menjadi teman bagi Betty si beruang. Dan ketika Betty mendapat hadiah baju rajut, Buncis jadi iri. Maka saya membuatkannya baju rajut juga. Dengan jenis dan warna benang yang sama. Biar seragam.

DSCF7675-edited 02

Merajut baju untuk Betty buat saya sudah sulit. Sebab itu pengalaman pertama bagi saya merajut pakaian. Walaupun cuma pakaian boneka tapi prinsip dasar pembuatan polanya tidak berbeda jauh dari prinsip dasar pembuatan pola baju rajut untuk manusia. Dan ide dasar bentuk tubuh Betty mirip bentuk tubuh manusia. Tapi bentuk tubuh Buncis sama sekali berbeda. Saya mengalami kesulitan mengadopsi bentuk tubuh Buncis ke dalam daya imajinasi saya yang minim. Butuh sekitar 3 hari untuk ngeh. Dong kalau kata orang Jawa. Dalam Bahasa Indonesianya kira-kira berarti memahami. Dan mulailah saya merajut.

IMAG0460-edited 02

IMAG0461-edited 02

IMAG0462-edited 02

Berbeda dari ketika membuat baju rajut untuk Betty, baju rajut untuk Buncis saya kerjakan hanya di siang hari saat suami saya sedang bekerja di kantor. Ketika dia pulang kantor, saya menahan diri untuk tidak mengerjakan baju rajut tersebut. Iya, saya ingin memberi kejutan untuknya. Ternyata butuh lima hari untuk menyelesaikan baju si Buncis. Rajutan bagian depan/dada lumayan rumit. Saya mesti bolak-balik mengenakan baju rajut yang belum jadi itu ke Buncis untuk mengetahui berapa tusuk yang mesti disisakan di setiap lekuk. Juga untuk mengetahui bagaimana mesti mengerjakan teknik rajutnya. Di sore hari ke-lima selesailah pengerjaan baju rajut untuk Buncis itu. Pffhhh.. Saya rapikan dari sisa-sisa benang, saya kenakan baju itu ke Buncis dan kemudian mendudukkan Betty dan Buncis berdampingan di sofa depan teve. Ingin tahu apakah suami saya bisa dengan cepat melihat Buncis berbaju.

DSCF7805-edited 02

DSCF7806-edited 02

Saat suami saya sampai di rumah, saya sengaja sibuk di atas. Seperti biasa, dia mencari-cari saya. Belum menemukan saya, tiba-tiba terdengar tawanya pecah berderai-derai. Yah… ketahuan deh!

* * * * * * *

Advertisements

One comment

  1. pojokjendela · · Reply

    Buncis kok ternyata besar ya! Sebesar kucing…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: