kado ulang tahun untuk teman

Di penghujung januari lalu saya ditelpon seorang teman baik. Dia perempuan Belanda. Intinya dia mengundang saya untuk hadir di perayaan ulang tahunnya, awal februari. Ulang tahunnya tanggal 5. Tapi perayaannya tanggal 7.

Saya jelas wegah. Pertama, itu hari sabtu. Kedua, perayaannya malam hari. Baru mulai jam 8 malam. Lah mau pulang jam berapa? Rumah dia di Zutphen. Dia bilang sih saya bisa nebeng adik perempuannya yang tinggal di kota tetangga. Adiknya teman saya juga. Malah saya lebih dulu kenal dengan adiknya. Tapi saya tetap ogah. Alasan ketiga, perayaan ulang tahun di Belanda biasanya perayaan keluarga. Kecuali yang berulang tahun meluangkan dua hari yang berbeda untuk merayakannya bersama keluarga dan kemudian bersama teman dan kenalan. Walaupun saya kenal baik dengan adiknya, juga kenal kedua orangtuanya, saya sungkan. Menurut saya perayaan keluarga sebaiknya dinikmati oleh seluruh anggota keluarga saja.

Jadi sesudah mengucapkan terima kasih atas undangannya, saya menolak datang di perayaan tanggal 7 itu. Lalu saya bilang, bahwa saya ingin datang berkunjung, tapi di hari yang berbeda. Kami tetapkan hari senin sesudah perayaan ulang tahunnya bersama keluar. Sip!

Setelah pembicaraan di telpon selesai mulailah saya sibuk mikir. Sebaiknya membawa kado apa? Setiap kali diundang ke perayaan ulang tahun kok bingung cari ide buat beli kado. Mati gaya mendadak. Sampai-sampai ketika beberapa hari kemudian pergi ke pusat perbelanjaan di Arnhem malah nggak beli apa-apa saking bingungnya. Halah!

Akhir pekan tiba. Sabtu dan, kemudian, minggu. Mana Ron sakit pula. Jadi mau pergi cari kado juga nggak tega ninggalin dia di rumah sendirian. Batal.

Tiba-tiba terpikir untuk membuat pernak-pernik meja makan. Tatakan teko teh. Saya pernah membuatnya. Mengambil pola dari sebuah buku keterampilan terbitan Inggris. Yang saya buat prototype. Sederhana banget. Tapi jadi tahu bagaimana cara membuatnya dan seberapa cepat bisa dikerjakan. Sebab waktunya sudah makin mepet. Dan setelah memutuskan untuk menggunakan materi berbahan dasar batik saya juga memutuskan untuk mengerjakannya di hari minggu sore saja.

Minggu siang kakak perempuan Ron telpon. Menginfo kalau minggu sore dia dan suaminya akan bertandang ke rumah untuk bersilaturahmi. Ealah… Lalu deadline tatakan teko teh saya gimana kabar? Untung mereka memutuskan untuk pulang jam 7 malam. Setelah itu saya langsung melesat ke loteng, mengaduk isi gudang penyimpanan semua bahan kain. Akhirnya ketemulah selembar kain batik lawas yang saya pikir akan bagus untuk dijadikan tatakan teko teh.

IMAG0319-edited

Kain batik lawas, busa tipis pelapis dan kain blacu untuk melapis bagian belakang/bawah. Polanya saya gunakan prototype tatakan teko teh yang dulu saya buat. Soalnya kertas polanya saya cari-cari nggak ketemu. Buat mencari semua materi yang diperlukan saja sudah makan satu jam sendiri. Ketika akhirnya saya duduk manis di depan mesin jahit di meja makan sudah sekitar jam 20.15. Untung polanya nggak rumit. Akhirnya jadilah si tatakan teko teh itu. Dua jam saja. Yihaa!

Setelah melihat hasil akhirnya, tiba-tiba timbul rasa kemilikan. Kok jadi berasa sayang si tatakan akan diberikan kepada teman. Pinginnya sih saya pakai sendiri saja. Ah, Retno, nanti bikin lagi.

IMAG0321-edited

IMAG0324-edited

Saya pergi mengunjungi dia bersama seorang teman Indonesia yang juga teman baiknya. Kami naik kereta. Dari stasiun Zutphen mesti jalan kaki 15-20 menit menuju ke rumahnya. Untung pemandangan sepanjang jalan asyik. Kami melewati taman dengan danau buatan yang indah. Dan sesampainya kami di rumahnya, kami disuguhi sup wortel yang sungguh enak. Disantap dengan sekerat roti gandum pekat dan irisan keju. Nyam… Sambil makan sambil ngobrol ngalor ngidul.

IMAG0331-edited

IMAG0334-edited 02

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Sudah waktunya kami pulang. Menuju ke stasiun Zutphen kembali kami berjalan menyusuri taman berdanau indah di hari senin musim dingin yang beranjak senja.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: