anyelir 03

Baru beberapa hari yang lalu saya menyadari bahwa tanaman bunga saya, anyelir, sudah beranak pinak banyak sekali. Sebenarnya ini sama sekali tidak mengherankan. Sebab bibit anyelir merah muda yang awalnya cuma satu  tanaman bayi dan ringkih kemudian mulai membuat percabangan. Dan percabangan anyelir terjadi menyamping. Yakni dari bagian buku di sulur batang yang mengeluarkan mata tunas. Mata tunas ini kemudian perlahan tumbuh menjadi tanaman anyelir baru, ke atas (daun dan bunga) dan ke bawah (akar). Demikian seterusnya. Dan setiap tahun rumpun induk si anyelir merah muda yang merimbun saya pisahkan menjadi 2-3 bagian dan tanam kembali. Rumpun induk yang anakannya sudah saya preteli saya tanam kembali di tanah tempat ia tumbuh. Sedangkan anakannya saya tanam di lahan yang masih kosong di taman depan rumah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tapi sampai dengan musim panas 2013 yang lalu baik tanaman anyelir merah muda induk maupun anakannya tampak kurus dan kerontang. Ini karena musim panas 2013, walaupun lumayan singkat tapi, cukup panas. Dan sekembali dari mudik ke Indonesia medio november 2013 kemarin saya tidak punya waktu lagi untuk mengopeni para anyelir merah muda itu. Suhu udara sudah menjadi dingin dan bikin saya malas berkegiatan di kebun dan taman. Jadi saya pikir, ah biarlah. Dan walaupun ketika itu saya lihat mereka tidak lagi kerontang (berkat hawa dingin) tapi tanaman anyelir merah muda saya tetap terlihat kurus. Namun demikian mereka tetap saya memberi begitu banyak bunga yang cantik.

Kesibukan mempersiapkan Natal dan Tahun Baru bikin saya tak sempat memperhatikan si anyelir. Yang saya tahu hanya bahwa tanaman-tanaman anyelir merah muda itu berhenti memproduksi bunga sebab hawa sudah terlalu dingin. Hingga kemarin siang, saat saya pulang dari perpustakaan dan pasar di Arnhem. Saat saya melewati jalan setapak di taman depan untuk menuju pintu masuk rumah, saya melemparkan pandangan ke tanaman-tanaman di taman depan itu. Saya kontan menggumam, hey…. anyelir-anyelir ini kok daunnya tampak gemuk rimbun. Dan mereka tampak begitu segar. Sangat hidup. Sampai-sampai saya urung membuka pintu. Malah mengambil telpon genggam dari dalam tas untuk membuat beberapa foto saking kagumnya. Tanaman-tanaman anyelir itu sama sekali tidak berbunga. Dan taman depan saya juga nggak rapi. Fotonya saya jepret hanya untuk memperlihatkan betapa segar dan rimbunnya tanaman anyelir itu.

image

Saya menduga merimbunnya semak anyelir di taman depan ini terjadi karena musim dingin kali ini sangat hhmm… apa ya? Kok saya nggak bisa menemukan kata terjemahan yang tepat dalam Bahsa Indonesia. Dalam bahasa Inggris-nya: mild. Mild winter. Musim dingin di Belanda kali ini bisa dibilang cuma sejuk saja. Tidak dingin yang ekstrim. Mungkin karena itu.

Musim panas 2014 nanti saya akan mengupdate selayang pandang tentang tanaman anyelir di taman depan. Mudah-mudahan mereka kembali memberi bunga-bunga kecil merah muda yang cantik. Sekaligus saya bisa berbagi cerita tentang perkembangan tanaman anyelir kuning-oranye di satu pojok kebun belakang, hasil stek dua tahun yang lalu, yang musim panas kemarin sudah sempat memberi bunga juga. Nantikanlah… :)

DSCF7717-edited

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: