Great British ini, Great British itu

Setidaknya sejak 2-3 tahun terakhir ini saluran televisi nasional Inggris, BBC, gencar mencanangkan gerakan cinta negeri lewat berbagai program acara. Berbagai program acara ini dibuat dalam berbagai judul. Tapi yang paling menonjol adalah beberapa acara yang menggunakan dua kata yang sama sebagai awalan judul. Great British…

Awalnya saya tidak terlalu menyadari maksud di balik program acara yang makin lama makin banyak dan beragam. Meliputi semakin banyak bidang kehidupan, kalau dipikir-pikir. Entah program acara apa yang mengawali kesadaran pemahaman saya. Bisa jadi Great British Bake Off (GBBO). Sebab acara yang satu ini sudah berlangsung sejak 2010.

Saya pribadi suka dengan acara yang satu ini sebab acara ini intinya tentang memasak. Secara lebih khusus tentang membuat kue, roti, kue kering. Tentang baking. Tapi ternyata tujuan tersembunyi di balik acara yang sangat sukses ini adalah menggali kembali berbagai ragam penganan asli Inggris yang berkaitan dengan cake, roti, kue kering dan sejenisnya. Menarik ya?!

Sejak awal saya menonton acara ini. Ya, itu berarti tahun 2010. Setahun sesudahnya, loh… kok tiba-tiba ada acara yang lain. Juga menggunakan embel-embel “Great British…”. Kali ini judulnya Great British Food Revival. Ini lebih menarik lagi. Ahli-ahli masak terkemuka Inggris berusaha menggali kembali bahan-bahan makanan lokal asli Inggris. Entah itu hewan ternak, sayur mayur, buah-buahan. Apapun. Dan sejak menonton acara GBFR ini saya mulai menangkap maksud BBC secara khusus dan Inggris sebagai negara secara umum.

Sangat…. menarik!!

Yang saya tahu di Indonesia semakin santer keluhan bahwa sudah terlalu banyak bahan pangan dan makanan import beredar di Indonesia. Kenyataan ini membuat produk bahan pangan lokal makin hari makin tergeser dan akhirnya menghilang akibat tidak laku lagi. Entah kenapa, label import amat sangat dan semakin digemari. Padahal karena kita tidak melihat bagaimana bahan pangan import itu diproduksi kita tidak tahu kualitasnya. Tapi ya itu tadi, yang penting “import!”. Kalau pakai produk import pasti keren.

Ternyata Inggris pun mengalami dan menghadapi masalah yang sama.

Yang menjadikan hal ini menarik adalah karena para ahli masak terkenal Inggris turun tangan. Mereka kemudian bekerja sama dengan BBC membuat berbagai ragam acara untuk mempromosikan bahan pangan lokal agar kembali dikonsumsi masyarakat. Dalam Great British Food Revival, masing-masing ahli masak yang ditunjuk tidak hanya harus mempresentasikan beberapa buah masakan dengan menggunakan bahan pangan lokal. Namun di awal acara, sebelum mulai memasak, terlebih dahulu mereka menemui produsen penghasil pangan lokal yang bersangkutan. Melakukan wawancara, yang lebih tampak sebagai ngobrol-ngobrol terarah, dengan si produsen. Sambil menunjukkan bagaimana si bahan pangan itu diproduksi, dipelihara dan akhirnya dipanen. Di penghujung ngobrol-ngobrol terarah itu si ahli masak akan membeli produk bahan pangan lokal dari si produsen, membawa ke dapurnya untuk kemudian diolah menjadi satu jenis masakan. Brilian kan?!

Gayung bersambut.

Ide besar ini dimulai dengan Great British Bake Off dan diikuti kemudian oleh Great British Food Revival. Tahun 2013 program acara BBC yang menggunakan embel-embel judul “Great British…” bertambah dua. Ini setidaknya yang saya tahu. Dua tambahannya adalah Great British Garden Revival (GBGR) dan Great British Sewing Bee GBSB).

Saya masih belum bisa melihat kaitannya acara yang terakhir saya sebutkan dengan tiga lainnya. Tapi Great British Garden Revival ini sangat berkaitan erat dengan dua acara yang pertama. Walaupun GBGR juga berdiri secara independen.

Dalam acara GBGR para gardener kawakan Inggris menunjukkan berbagai macam tanaman khas Inggris, terutama yang makin hari makin hilang dari bumi Inggris, namun sebenarnya sangat berguna. Mereka bekerja sama dengan ahli tanaman/botani dan ahli sejarah tanaman guna menguak perjalanan sejarah sebuah tanaman dan kegunaannya bagi manusia dan masyarakat Inggris. Dengan begini mereka berharap menggugah (kembali) minat masyarakat umum untuk kembali bergiat dalam berkebun, menanam berbagai tanaman asli Inggris yang semuanya berguna bagi mata rantai kehidupan/ekosistem Inggris secara menyeluruh. Kaitan GBGR dengan GBBO dan GBFR adalah karena dalam GBGR sebagian besar tanaman yang dibahas oleh para gardener kawakan itu adalah tanaman bahan pangan atau tanaman yang sebenarnya bisa dikonsumsi.

Dengan adanya acara GBGR ini masalah kesehatan juga jadi muncul ke permukaan. Sebab banyak dari tanaman-tanaman yang ditampilkan untuk dibahas juga memiliki fungsi herbal.

Jadi sebenarnya hanya dengan tiga acara sukses ini Inggris, lewat BBC, berharap bisa menyelesaikan banyak masalah, khususnya yang berkenaan dengan pangan.

1. lewat ketiga acara ini Inggris berusaha mempromosikan dan menggalakkan (kembali) produksi bahan pangan lokal.

Ini tentu sangat membantu para petani dan peternak lokal, yang sebelumnya mulai redup dan “kalah” dengan membanjirnya produk-produk bahan pangan import.

2. lewat ketiga acara ini Inggris berusaha mempromosikan dan menggalakkan kembali aktivitas dapur rumah tangga.

Jaman yang berubah menjadi serba cepat dan serba instan makin membuat anggota masyarakat asing dengan dapur di rumah mereka sendiri. Walaupun dapur tetap ada di setiap rumah, tapi semakin banyak orang, atau keluarga, yang memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya dengan membeli makanan siap santap. Hal ini bukan saja sebenarnya suatu pemborosan (catatan: silakan melihatnya dari kacamata Inggris, dengan mata uang poundsterling dan biaya hidup sehari-harinya yang tinggi), tapi juga menurunnya derajat kesehatan masyarakat. Ketika kita mengkonsumsi makanan siap santap kita tidak tahu kualitas bahan-bahan yang digunakan. Kita tidak tahu tingkat kebersihan dan kesehatannya. Seberapa banyak minyak atau mentega atau lemak yang digunakan, misalnya. Juga apakah sayuran yang digunakan dalam suatu masakan dicuci terlebih dahulu atau tidak.

Great British Bake Off dan Great British Food Revival membantu pemerintah dalam menggugah dan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali ke dapur masing-masing dan mulai memasak lagi. Homemade! Itulah kuncinya.

3. Great British Garden Revival membantu pemerintah Inggris dalam menggugah dan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali mencintai tanaman. Untuk kembali mulai berkebun, menanam tanaman-tanaman lokal Inggris yang sangat kaya ragamnya itu. Dan yang jelas begitu banyak guna dan manfaatnya, tidak hanya bagi manusia tapi juga bagi seluruh anggota rantai kehidupan di alam. Hal lain yang bisa diambil manfaatnya dengan kembali aktif menanam dan berkebun adalah relaksasi. Berkebun merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkan kepenatan fisik dan mental. Cara yang ampuh untuk menghilangkan stres.

Dan semua program ini begitu sukses. Dan kemudian disusul dengan beberapa “Great British…” yang lainnya. Yang semuanya juga sangat menarik untuk disimak.

Saya jadi menggumun sendiri. Jadi sebenarnya masalah kebanjiran produk import ini bukan hanya milik Indonesia. Inggris yang jelas-jelas negara maju dengan ekonomi yang kuat pun menghadapi masalah yang sama. Dan merasa pahit dengan kenyataan produk import yang masuk makin membanjir itu. Tapi Inggris sebagai negara mau aktif bergerak, melakukan berbagai gerakan guna menyelamatkan produk-produk lokalnya. Membangkitkan kembali minat dan semangat masyarakat untuk kembali mencintai produk rumahan. Kembali mencintai produk lokal. Dan gerakan ini menjadi nyata karena orang-orang terkenal negara itu mau andil, membantu pemerintah, lewat program-program BBC yang menarik hati itu.

Pastinya sebenarnya Indonesia juga bisa. Kenapa tidak mencontoh Inggris? Mencontoh hal baik kan bukan sesuatu yang memalukan? Ayolah.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: