tas denim 10 jam

Ini judul yang saya berikan untuk tas hasil karya jahit saya di hari minggu ini. Sebab saya mengerjakannya dari mulai hingga selesai selama persis 10 jam. Ahahahaa…

Berhubung kemarin malam saya berangkat tidur sebelum pukul 12 tengah malam, maka hari ini tadi pagi-pagi saya sudah bangun. Terbangun dengan sendirinya. Tubuh sudah merasa cukup beristirahat. Jadi bangunlah jiwaku. Bangunlah badanku. Dan keluarlah saya dari kamar tidur menuju ruang keluarga di lantai dasar.

Dari kemarin, sabtu, saya merasakan kekangenan yang sangat pada mesin jahit. Kangen kok sama mesin jahit? Mbok kangen tuh sama suami, atau keluarga di Indonesia. Ya, itu sih selalu. Tapi kangen sama mesin jahit ini kangen bentuk lain. Ini maksudnya kangen berkreasi. Kangen menghasilkan sesuatu.

Hampir setahun yang lalu, di awal 2013, sepotong celana panjang denim R sobek di bagian lutut. Lutut memang bagian paling rawan di setiap celana panjang denim. Dan sobeknya juga sangat tipikal. Horisontal berserat-serat. Jadi ingat jaman Mathias Muchus lagi naik daun di era 80-an hingga 90-an. Pakaian kebangsaannya hem denim belel. Celana panjang denimnya juga belel plus rowak-rawek di bagian lutut mempertontonkan dengkulnya yang aduhai. Sementara kakinya mengenakan sepatu selop dari bahan denim juga dan diinjak. Sepatu injak. Sayangnya R sudah tidak muda lagi. Dan celana panjang denim dia kenakan untuk pergi bekerja di kantor. Jadi bagian lutut yang sobek tidak bisa dibiarkan terjadi. Dulu sih celana panjang denim yang bagian lututnya sudah sobek masih dia pakai untuk bersantai di akhir pekan. Tapi sejak 2-3 tahun terakhir ini sekadar mengenakan celana panjang denim yang sobek di bagian lututnya pun dia sudah ogah. Takut masuk angin kali. Yang satu ini mungkin karena faktor U. Maklum deh.

DSCF4607-edited

Ya sudah. Si celana panjang denim yang bagian lututnya cuma sobek sedikit itu saya sisihkan. Saya masukkan ke kantong plastik besar tempat menampung pakaian-pakaian yang tak diinginkan lagi. Siap untuk dibuang. Tapi si celpan denim dan pakaian-pakaian lain di kantong plastik besar itu tak kunjung saya bawa ke tempat pembuangan pakaian dekat rumah kami. Malah sesekali kalau saya pas ke loteng, celpan denim itu saya keluarkan dari kantong plastik tempatnya bersemayam. Saya bolak-balik, sambil berpikir, saya bisa buat apa dari celana panjang ini. Mungkin sebenarnya bisa saya daur ulang.

Akhirnya saya browsing mbah Google. Mencari ide untuk mendaur ulang si celpan. Wah… ternyata banyak sekali pengguna internet yang posting beragam ide mendaur ulang pakaian. Idenya pun asyik-asyik punya. Sip!!

Sejak melihat beragam ide itu saya kok terpikir membuat tas dari celana panjang denim itu. Bagian celpan yang ingin saya buat tas adalah bagian panggul sampai ke batas pangkal paha. Sisanya, bagian pipa, mau saya bikin tatakan gelas. Dan beraksilah saya hari ini tadi. Sepuluh jam!

Tahap pertama adalah memotong bagian panggul si celpan. Tahap ini saya lakukan dengan bantuan gunting kain dan talenan oval besar. Lalu menjahit bagian bawahnya.

DSCF4611-edited

DSCF4612-edited

DSCF4613-edited

DSCF4617-edited

Setelah itu saya lapisi bagian dalamnya. Lapisan dalamnya saya gunakan kain batik. Kain batiknya saya ambil dari tunik kurta batik saya yang juga sudah sobek di bagian ketiak. Tidak bisa direparasi lagi. Tapi saya suka motif batiknya. Dan bagian lain dari tunik ini bahannya masih bagus. Jadi urung saya buang. Saya daur ulang juga. Jadilah dia sebagai lapisan bagian dalam tas denim 10 jam saya.

DSCF4209-edited

DSCF4635-edited

Tahap akhirnya memasang cangklongan tas. Saya gunakan satu bagian pipa celana panjang. Menyambung cangklongan ke tas ini adalah tahap paling sulit. Sebab bagian cangklongannya saya dobel. Sementara bahan denim sendiri tidak didobel saja sudah tebal. Ketika disambungkan, saya sambungkan di bagian atas bagian panggul celana panjang. Bagian atas panggul celana denim adalah bagian tertebal.  Belum lagi kalau bertemu dengan kolongan sabuk. Tambah tebal deh. Terus, merek si celana denim yang terbuat dari kulit di bagian belakang kanan itu tidak saya buang. Tambah hadeuh tebalnya. Tapi semangat saya terjaga stabil hingga si tas selesai tuntas.

Lapisan bagian dalam yang dibalik ke luar.

DSCF4638-edited

Tampak depan tas denim 10 jam.

DSCF4639-edited

Tampak belakang tas denim 10 jam.

DSCF4640-edited

Hasilnya?

Walaupun kualitas jahitannya kurang rapi, saya puas! Menurut saya tas denim 10 jam karya saya ini cute abis.

* * * * * * *

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: