mobil dan kaca jendela yang pecah

Petang hari jumat ini tadi, 10 januari, adalah hari pertama kelas tari Kathak di tahun 2014 ini. Tempat saya mengajar, De Nieuwhof, masih sepi. Kegiatan seni-budaya di sana masih belum sepenuhnya aktif. Tapi saya penuh semangat 45.

Setelah kelas berakhir, saya membereskan semua perkakas yang tadi digunakan. CD player berikut beberapa keping CD musik pengiring tari. Hari ini tadi kelas sedikit ringkes. Lalu saya bergegas mengenakan kaos kaki, sweater, jaket winter dan syal. Kemudian saya duduk di dekat pintu masuk/keluar ruangan, menanti R datang menjemput.

Biasanya dia datang tepat waktu, jam 19.30. Tapi tadi itu R muncul 10 menit terlambat. Begitu dia muncul, saya langsung berseru, “Well, you’re late, Mister.”

Dia langsung menyela, ayo pulang. nanti aku ceritakan kenapa aku datang telat. Ouwww… Tanpa menyahut lebih lanjut saya beranjak keluar ruangan dan kamipun berjalan keluar gedung, menuju ke lapangan parkir De Nieuwhof yang luas itu.

Sambil berjalan keluar dari gedung R bilang bahwa sebenarnya dia tidak datang telat. Tapi ketika dia tiba di lapangan parkir, sambil mencari tempat parkir yang kosong R melihat ada serakan pecahan kaca di dekat salah satu mobil yang diparkir di sana. R bergegas memarkir mobilnya. Dan setelah mengunci pintu mobil dia berjalan mendekati mobil dengan serakan pecahan kaca. R melihat pecahan kaca yang berserakan itu memang berasal dari kaca mobil bagian depan sisi setir.

2014-01-10 19.41.59-edited

Walah, kaca jendela mobil itu dipecah orang. Kontan R bergegas masuk ke dalam gedung De Nieuwhof untuk memberitahu staf yang bertugas malam ini tadi. Pemiliknya seorang staf perempuan. Si ibu bergegas berjalan menuju lapangan parkir guna memastikan bahwa bukan mobilnya yang kena sial. Apalagi mobil ibu itu termasuk mobil yang sudah butut. Sayang harapannya kosong belaka. Memang mobil miliknya yang kaca jendela depannya dipecah orang. Ibu itu menggumun: apa yang bisa diambil dari mobil butut begini?

Dugaan R, orang yang memecah kaca jendela mobil ibu itu hendak mengambil barang yang ada di jok belakang. Memang di jok belakang tergeletak sebuah dus. Gambar dus itu mesin scanner komputer. Tapi dus itu kosong melompong.

Yah… Sayangnya yang tahu bahwa dus itu kosong cuma si pemilik mobil. Ibu pegawai De Nieuwhof itu. Orang lain tidak ada yang tahu. Termasuk orang yang memecahkan kaca jendela depan mobil itu. Dia juga tidak tahu. Yang dia tahu, oh..ada mesin scanner tergeletak dijok belakang mobil. Biar saya coba mengambilnya (baca: mencurinya). Namun karena mobil dikunci, ya kaca jendela mesti dipecahkan dulu. Dan ketika kaca jendela mobil sudah dipecah dan dus scanner itu bisa diakses, barulah si pelaku mendapati bahwa aksinya ternyata sia-sia belaka. Dan berlalulah dia seolah tak pernah terjadi apa-apa. Sementara kaca mobil ibu itu sudah kadung pecah. Mana hari ini jumat. Di Belanda, jumat malam berarti pula akhir pekan sudah tiba. Banyak toko tutup dan perusahaan yang tutup. Bagaimana caranya mengganti kaca mobil yang pecah itu sesegera mungkin? Meminjam istilah teman Rusia saya: next to impossible!

Yang jelas ibu itu bergegas menelpon polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. Hhmmm…. kasihan si ibu. Akhir pekan yang seharusnya ia jalani dengan santai, walaupun mesti sambil bekerja, kali ini jadi lain ceritanya. Semoga segala urusan lapor polisi dan perusahaan asuransi kendaraan bisa ia selesaikan dengan segera. Semoga besok ada bengkel yang buka yang bisa mengganti kaca jendela mobilnya.

Moral cerita di atas:

Jaman sudah berubah. Tidak lagi aman seperti dulu. Jadi perilaku kita juga harus ikut berubah. Jangan terlalu santai, meninggalkan barang-barang di dalam mobil yang bisa dilihat orang. Apalagi kalau yang ditinggal di dalam mobil adalah barang berharga. Walaupun hanya bungkusnya. Orang tidak tahu bahwa yang tergeletak di dalam mobil hanya bungkus belaka. Kalau mereka sampai tahu, maka itu pasti sudah terlambat. pasti kaca jendela sudah telanjur dipecah atau pintu mobil sudah telanjur dibuka dengan paksa.

Pedulilah pada barang-barang sendiri. Dan yang paling penting, pedulilah pada keselamatan diri sendiri. Hidup ini sudah rumit tanpa kita membuatnya menjadi rumit. Jangan membuatnya menjadi lebih rumit dari yang seharusnya.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: