kado untuk seorang bayi

Medio april yang lalu seorang teman baik melahirkan anak pertamanya. Seorang bayi laki-laki. Sebelum dia melahirkan kami sempat ngobrol sekali di telpon. Saat itu saya berjanji akan mengirim kado untuk si bayi. Calon ibu setuju asal kado itu bikinan saya sendiri. Bukan beli.. Yaikkss..! Okelah.

Setelah telpon ditutup, mulailah saya merancang-rancang apa yang akan saya buat untuk si bayi. Terbayang selimut. Maunya bikin selimut tampal untuk bayi. Tapi sejumlah jumat pagi saya habiskan dengan berkeliling di pasar di Arnhem, tak kunjung saya berhasil menemukan bahan yang saya idamkan untuk membuat selimut tampal sebagai kado untuk si bayi. Dan waktu terus berlalu. Saya makin khawatir. Sebab waktu bagi si bayi untuk hadir ke dunia ini makin dekat saja.

Akhirnya saya beralih ide. Tidak sepenuhnya sih. Ide dasar tetap selimut. Tapi bukan selimut tampal yang materi dasarnya bahan tekstil katun. Selimut plan B ini saya ingin buat dengan teknik rajut. Knitting kalau dalam bahasa Inggrisnya.

Masalah yang kemudian muncul adalah teknik rajutnya. Sebab teknik rajut ini ada banyak macam dan ragamnya. Yang paling sederhana sih teknik salur (Engl. ribbing). Ada teknik kabel (Engl. cable). Ada teknik renda (Engl. lace). Teknik sarang lebah (Engl. honey comb) dan teknik simpul (Engl. knot). Ada juga teknik wajik/berlian. Bahasa kerennya entrelac.

Saya kemudian memutuskan teknik wajik/berlian atau entrelac inilah yang akan saya jadikan teknik merajut selimut untuk si bebe.

Keputusan ini saya buat sebab saya sama sekali belum pernah merajut dengan teknik entrelac. Jadi saya sekalian belajar dan berlatih. Lalu saya pergi ke sebuah toko yang menjual alat-alat dan benang rajut. Saya langsung jatuh cinta pada satu warna benang. Kuning bayi. Iya, itu istilah warna kuningnya. Baby yellow.

Karena saya belum pernah merajut dengan teknik entrelac ini maka saya tidak tahu kira-kiranya, berapa gelondong benang yang akan saya butuhkan. Saya beli 6 gelondong.

Lalu saya mulailah merajut si selimut. Tertatih-tatih. Soalnya kan sambil belajar. Learning by doing gitu loh. Ternyata teknik entrelac ini gampang bener. Hanya saja butuh waktu ekstra lama untuk menyelesaikan satu baris. Dua-tiga kali waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu baris rajutan dengan teknik salur atau bahkan teknik kabel. Weleeehh…

DSCF1011-edited

Itu kejutan pertama yang saya dapat dari mengerjakan selimut rajut bayi dengan teknik entrelac ini. Kejutan kedua adalah ternyata membuat sebuah karya rajut dengan teknik entrelac ini membutuhkan jumlah benang yang 3-5 kali lipat jumlah benang yang dibutuhkan untuk merajut dengan teknik salur atau bahkan teknik kabel. Matek aku!

DSCF1865-edited

Saya buru-buru ke toko yang sama untuk memborong benang kuning bayi lagi. Mana benang warna kuning bayi ini laku bak kacang goreng. Waktu saya ke toko saya mendapati tinggal 5 gelondong benang. Cari di toko yang sama di tempat lain. Habis. Habis. Habis. Aarrrgghh… Menengok situs toko yang sama untuk memesan online. Out of stock!! Double aarrggghhh… Gimana dong??

Panik!!

Tapi saya terus merajut. Berharap stok benang yang saya punya akan cukup. Sambil terus berkelana dari satu pusat perbelanjaan yang satu ke pusat perbelanjaan yang lain cuma untuk mampir di toko yang sama untuk mencari si benang. Benang kuning bayi itu benar-benar raib dari peredaran. Hiks. Dan benarlah. Stok benang kuning bayi yang saya punya tidak cukup. Menurut saya sih baru jadi 2/3 bagiannya saja. Padahal kalau jumlah gelondong benang yang sama saya gunakan untuk merajut selimut bayi dengan teknik rajut salur atau bahkan teknik kabel, pasti lebih dari cukup. Tapi untuk membongkar hasil kerja yang sudah 2/3 jadi itu saya kok nggak tega.

DSCF1934-edited

Lalu?

Saya coba kombinasi dengan warna biru lembut yang juga cocok untuk bayi. Sebenarnya padanan warnanya bagus. Dan untuk mempercepat kerja, sambungan warna biru lembut itu saya kerjakan dengan teknik kabel. Sudah jadi sekitar selebar satu jengkal barulah saya menyadari satu masalah. Daya melar dua bagian selimut yang berbeda tapi menyambung itu berbeda. Bagian dengan teknik entrelac daya melarnya lebih besar ketimbang daya melar bagian dengan teknik kabel. Masuk akal banget.

Lalu?

Kerjaan merajut selimut bayi itu akhirnya saya hentikan. Saya tinggalkan. Dan saya sempat hilang akal. Hendak membuat apa sekarang sebagai kado bagi si bayi. Sampai akhirnya suatu hari saya browsing mbah Google, mencari-cari pola jahit. Kok kemudian saya menemukan satu blog yang memberi pola jahit boneka kura-kura. Lucu banget. Satu blog yang lain memberi pola jahit boneka burung hantu. Keduanya blog tersebut memberi pola secara gratis. Tapi pola-pola tersebut hanya boleh digunakan untuk keperluan pribadi. Tidak boleh diperjualbelikan. Masuk akal banget. Dan hasil jahit dari pola-pola tersebut juga tidak boleh diperjualbelikan. Strictly for personal use!! Iya. Saya setuju. Tujuan saya juga untuk dihadiahkan sebagai kado bagi si bayi lucu yang medio april kemarin sudah keburu lahir. Dan membuat boneka kura-kura untuk diberikan sebagai hadiah atau kado juga masuk dalam kategori personal use. Jadilah.

DSCF4546-edited

Jadilah saya mendownload pola tersebut. Kemudian buru-buru membuatnya. Hari ini tadi seharian saya berkutat dengan potongan-potongan kain, benang dan mesin jahit. Dan menjelang suami saya, R, pulang dari kantor si boneka kura-kura itu jadilah. Ihihihi… Senangnya.

DSCF4549-edited

DSCF4552-edited

Akhirnya kado saya untuk si bayi jadi juga. Berbeda jauh dari yang saya bayangkan, rencanakan dan usahakan. Tapi tak kalah menarik. Boneka kura-kura.

* * * * * * *

Advertisements

One comment

  1. pojokjendela · · Reply

    Kura-kura yang lucu!!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: