seandainya saya punya pohon pepaya

Saya hobi sekali bertanam. Khususnya bertanam tanaman yang bisa dikonsumsi. Supaya jerih payah menanam bisa dinikmati dengan lebih baik. Beruntung rumah kami memiliki kebun belakang yang buat saya lumayan luas. Namun karena Belanda adalah negara dengan empat musim, maka kegiatan tanam menanam di kebun belakang hanya bisa dilakukan saat suhu udara hangat. Itu berarti hanya terjadi di pertengahan musim semi hingga pertengahan musim gugur, akhir april sampai dengan pertengahan november. Khususnya untuk tanaman-tanaman khas daerah tropis, semisal cabe, tomat, paprika dan lain sebagainya.

Sudah beberapa kali musim tanam saya mencoba menyebar dan menyemai biji pepaya. Bibit bijinya saya bawa dari Indonesia. Diberi ayah saya. Beliau mengumpulkan biji-biji pepaya itu setiap kali habis makan pepaya bangkok saat saya pulang ke Jakarta untuk berkangen-kangenan dengan keluarga dan tanah air. Setiap kali juga usaha saya mengalami kegagalan. Maklum, benih biji pepaya itu saya sebar langsung di tanah lahan kebun belakang saya. Tapi pepaya 100% tanaman tropis. Kena dingin yang menggigit sedikit saja pasti mati. Padahal musim di Belanda bisa sangat dingin juga. Kadang di bawah 20 derajat kalau cuaca sedang parah.

Pernah juga saya mencoba menyemai benih biji pepaya di pot di dalam rumah. Potnya agak besar dan biji yang saya semai agak banyak. Maksudnya agar kalau benih-benih biji itu sudah bertunas dan tumbuh agak besar, satu per satu saya pindah ke pot individual. Gagal juga. Saya ngadu ke ayah. Ayah saya bilang, pepaya termasuk tanaman yang sensitif. Tidak bisa mengalami syok akar walaupun cuma sedikit. Jadi kalau mau menanam di pot, harus langsung di pot besar dan jangan dipindah-pindah lagi sampai si tanaman menjadi besar.

Ooooohh…

Lalu, saya juga membaca-baca informasi tentang cara menanam pepaya di internet. Ternyata orang-orang yang hobi bertanam dan pernah mencoba menanam pepaya juga mengatakan hal yang sama. Okelah.

Medio oktober — medio november 2013 yang lalu saya dan R pulang ke Indonesia untuk menjenguk keluarga saya. Tentu sekaligus untuk berlibur juga. Ayah memberi saya segenggam biji pepaya bangkok lagi. Sebenarnya beliau ingin memberi bibit biji pepaya California. Ini jenis pepaya baru yang lagi ngetrend di Indonesia. Katanya, pohonnya pendek dan buahnya pating grandul… hahaha.. Maksudnya, walaupun pohonnya masih pendek, tapi sudah bisa menghasilkan buah yang banyak. Sayangnya saat itu yang ada di rumah ayah saya adalah pepaya bangkok. Ah, tak apa. Pepaya bangkok juga oke. Yang jelas, saya kenal rasanya. Enak dan daging buahnya gempi, padat.

Tak lama sesudah kami tiba kembali di Belanda saya menyemai sejumput biji pepaya pemberian ayah. Potnya saya pilih yang cukup besar. Diameter 20 cm dengan tinggi 17 cm. dinding bagian luar pot saya beri label dengan tanggal semai. Tanah saya siram dengan air secukupnya. Lalu potnya saya bungkus dengan plastik, supaya tanah tidak lekas kering.

Dua minggu berlalu. Tak terjadi apa-apa. Tak tampak biji pepaya yang bertunas satu pun. Saya tentu saja kecewa. Lalu saya kembali mencari dan membaca informasi dari internet. Oh… mereka bilang benih biji pepaya butuh sekitar 2-3 minggu untuk bertunas dan berkecambah. Dan kalau biji pepaya terlebih dulu direndam selama beberapa jam sebelum disemai benih biji bisa lebih cepat keluar tunas. Oh… oke.

Kembali saya mengambil sejumput biji pepaya. Saya rendam air selama 4 jam. Kemudian semua biji yang telah saya rendam itu saya semai di tanah dalam pot yang sama. Sebab saya pikir, “Ah, biji-biji pepaya hasil semaian tahap pertama toh sudah mati. Buktinya tidak ada satupun yang bertunas. Jadi lebih baik tanahnya saya pakai untuk menyemai biji-biji pepaya tahap kedua ini.”

Selang 10 hari saya melihat ada satu benih biji yang mulai berkecambah. Aiiihhh… senang!!!

DSCF4450-edited 01

Dalam jangka waktu seminggu berikutnya makin banyak biji yang berkecambah dan mulai tumbuh sehat. Whoaaahh… Saya rasa biji-biji hasil semaian tahap pertama pun ikut berkecambah dan bertunas. Alhasil pot semai biji pepaya itu penuh sesak dengan bayi-bayi pepaya.

Tak apa. Dalam hal ini lebih baik terlalu banyak daripada tak ada hasil sama sekali.

Tapi tak mungkin semua bayi pepaya itu dibiarkan tumbuh dalam satu pot yang sama. Sampai sekarang sih potnya masih cukup besar untuk menampung semua bayi pepaya itu. Tapi dalam waktu dekat pasti tidak lagi. Padahal ayah saya dan orang-orang yang pernah menanam pepaya dari biji bilang sebaiknya diusahakan sebisa mungkin untuk tidak memindahkan tanaman pepaya karena sensitivitasnya. Namun kasus yang saya alami tidak memungkinkan saya untuk melakukan hal itu. Maka dua hari yang lalu saya mulai berusaha memindahkan bayi-bayi pepaya itu ke pot-pot individual.

Wanti-wanti ayah saya dan para penanam pepaya di internet bikin saya melakukan pemindahan bayi-bayi pepaya itu dengan ekstra hati-hati. Berusaha sebisa mungkin tidak mengagetkan akar-akar mungil mereka.

Dua hari yang lalu saya hanya memindahkan satu bayi pepaya ke pot individual. Kemarin saya juga cuma memindahkan satu bayi lagi. Pagi ini saya mencoba memindahkan dua bayi pepaya ke dua pot individual. Jadi sampai hari ini saya sudah berhasil memindahkan empat bayi pepaya. Empat-empatnya tampak sehat.

DSCF4451-edited 01

Masih ada 14 bayi di pot induk. Mungkin besok-besok yang akan saya pindahkan ke pot-pot individual hanya 10 dari 14 bayi pepaya itu. Empat sisanya akan saya biarkan tetap tumbuh dalam pot besar. Untuk kemudian saya pilih satu yang terbaik. Tiga lainnya…. hhmmm.. mau dikemanakan? Tidak mungkin saya bunuh. Mana tega. Mereka sudah bersusah payah untuk tumbuh. Pastinya kelak akan saya pindahkan juga ke pot-pot lain.

Untuk sementara ini biarlah saya menikmati menonton para bayi pepaya itu tumbuh dan berkembang dalam pot-pot di ambang jendela belakang yang sarat dengan sinar matahari pagi dan siang.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: