Jessy

Beberapa hari yang lalu R, suami saya, kebetulan ketemu tetangga sebelah kanan, A. A menginfo R bahwa dalam beberapa mendatang dia sekeluarga akan punya anjing. Anak anjing, tepatnya. A bilang 8 minggu usia si kirik. A sekalian minta untuk dimaklumi kalau nanti, setelah si kirik hadir di rumahnya, sesekali akan terdengar suara rengek dan tangis ala kirik dari rumahnya terdengar sampai di rumah kami.

Aaaahhh… kontan saya iri. Dari dulu saya ingin….sekali punya anjing. Waktu masih tinggal di rumah orangtua saya di Jakarta, sejak kecil, kami selalu punya anjing. Awalnya satu. Sekarang juga ada seekor anjing baru. Tapi pernah juga kami punya sampai tiga ekor. Riuh rendah. Namun sampai saat ini punya anjing masih kami anggap sebagai hal yang perlu dipertimbangkan masak-masak. Mesti dipikir 10-100 kali.

Ini karena kami, R dan saya, rutin pulang ke Indonesia untuk menjenguk keluarga saya. Kalau R ikut paling lama kami — atau R — tinggal sebulan di Indonesia. Kalau saya pulang sendiri, bisa lebih lama lagi. Minimal 1,5 bulan. Kepulangan saya yang terakhir sebelum 2013 malah berdurasi 5 bulan!!

Kalau punya anjing tidak mungkin ditinggal selama itu. Bahkan ditinggal hanya satu bulan pun menurut kami tidak mungkin.

1. Tidak mungkin dititip ke keluarga R atau seorang teman lebih dari dua minggu. Ini bukan titip namanya. Tapi membebani.

2. Tidak mungkin dititip di tempat penitipan anjing. Ini hanya akan memberi trauma kepada si anjing. Ah, mana kami tega.

3. Kalau saya pulang ke Indonesia sendiri, saya pikir saya pasti tidak tega membiarkan R mengambilalih tugas memelihara dan merawat si anjing sendirian.

Jadilah sampai saat ini kami maju-mundur dengan ide punya anjing. Walaupun mengintip situs-situs peternak anjing dan tempat adopsi anjing tetap kami lakukan sesekali.

Di hari terakhir 2013 yang lalu R sempat menggumam, kok sampai hari gini kayaknya mereka belum menjemput si kirik ya. Saya cuma menyahut, mungkin mereka akan menjemputnya setelah tahun baru. Sebab pada pergantian tahun, malam Old and New, suasana akan penuh dengan suara petasan dan mercon di mana-mana. Dan karena A sekeluarga belum pernah punya pengalaman memiliki anjing, mereka khawatir tidak bisa mengatasi. Jadi cari amannya, menjemput si kirik sesudah tahun baru. Hah.. ini sih cuma dugaan saya.

Tadi, kira-kira jam 12 tengah hari, saya sedang asyik menonton teve. Tiba-tiba saya melihat dari balik jendela depan yang bergorden tipis mobil A muncul dari tikungan depan. Ah.. mereka baru pulang. Beberapa menit kemudian saya An, istri A, berjalan di depan rumah sambil menggendong anak anjing berwarna hitam…. Yaiiyy!! Akhirnya si kirik dijemput juga. Dan saya ikut senang untuk mereka.

Kontan saya mengirim pesan lewat sebuah media sosial ke R, “A sekeluarga baru pulang dari menjemput si kirik. Warnanya hitam.” Saking sibuknya dengan kerjaan kantor, R cuma mengirim balasan dalam bentuk gambar kepala anjing… :)

Kira-kira jam 7 malam bel rumah kami berbunyi. Kami sudah terbiasa untuk tidak langsung membuka pintu. Kami menunggu bel kedua. Kalau bel rumah dibunyikan untuk yang kedua kalinya, berarti orang yang datang, benar datang untuk menemui kami. Kali ini bel tidak berbunyi untuk kedua kalinya. Yang terdengar kemudian adalah ketukan di pintu depan. Malah sampai dua kali. Ketukannya terdengar kurang sabar. Hohoho… Saya minta R untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.

Ternyata A, An dan kedua anak mereka, S dan L. Plus si kirik baru… Aaaahhh… Ayo masuk!!

Mereka datang untuk memperkenalkan anggota baru dalam keluarga mereka. Jessy. Nama si kirik perempuan itu. Duh… Jessy kirik yang super cute. Tenang tapi toh khas bayi. Gemas. Tambah iri. Hahaha… Yang jelas, saya ikut senang sekali untuk mereka. Kami sempat ngobrol ngalor-ngidul seputar perdoggyan dan perkirikan sebelum kemudian mereka pamit.

Selamat ya dan semoga banyak senang dengan kehadiran Jessy!

DSCF4446-edited 02

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: