Nelson Mandela dan bahasa isyarat

Salah satu yang menjadi kegiatan rutin pagi hari saya adalah mengecek surat-surat elektronik yang masuk. Setelah itu membuka Facebook. Sekadar untuk mengikuti perkembangan dunia lewat alam maya. Yang paling menggairahkan adalah ketika saya menemukan postingan-postingan menarik yang dilakukan oleh teman-teman di sana.

Pagi ini saya menemukan satu postingan yang diupload oleh seorang teman. Postingan ini dalam bentuk tulisan. Membahas tentang topik yang sedang hangat. Penggunaan bahasa isyarat bohong-bohongan dalam upacara peringatan kenegaraan bagi pejuang kemanusiaan Nelson Mandela pada 10 Desember yang lalu.

Bahasa isyarat bohong-bohongan pada acara maha penting ini tentu membuat dunia mendadak heboh. Bagaimana tidak? Saya pribadi berpikir, bagaimana mungkin pihak panitia acara kenegaraan yang bersifat internasional ini bisa sampai tidak teliti, tidak memeriksa kemampuan hal-hal yang bersifat teknis semisal bahasa isyarat ini. Padahal mereka juga pastilah memeriksa sound system, keamanan dan lain sebagainya.

Tulisan oleh Slavoj Žižek di harian The Geraldine versi elektronik yang diunduh di media sosial Facebook oleh seorang teman ini sangat menarik untuk dibaca dan dicermati.

Analisa Slavoj Žižek tentang kejadian tersebut begitu gamblang dan sangat tepat pada sasaran. Benar-benar penting untuk menjadi bahan renungan. Tulisan Slavoj Žižek di harian The Geraldine online itu bisa diakses di sini.

Dan buat saya pribadi, kejadian ini sangat menyedihkan sekaligus sangat menginspirasi.

Menyedihkan sebab mereka yang memiliki kekurangan fisik, dalam hal ini adalah mereka yang tidak memiliki pendengaran – kaum tuna rungu – masih demikian diabaikan. Sampai-sampai jasa penerjemah bahasa isyarat diadakan, walaupun diadakan, tapi tidak dicek kebenaran akan kemampuannya. Dan yang celakanya, terjadi dalam acara kenegaraan yang bersifat internasional.

Menginspirasi sebab kejadian ini membuat mata dunia jadi terbuka. Bahwa hal semisal jasa penerjemahan bahasa isyarat ini tidak bisa lagi dipandang dengan sebelah mata. Kalau memang diputuskan untuk digunakan, apalagi dalam acara-acara kenegaraan dan/atau acara-acara yang bersifat mendunia, ya harus dipersiapkan dengan baik. Ini berarti harus dicek juga keabsahan penerjemahnya. Tidak hanya keabsahan si penerjemah yang dilihat dari bukti hitam di atas putih sertifikatnya. Namun, yang lebih penting, keabsahan kemampuan nyatanya dalam menerjemahkan bahasa isyarat tersebut.

walaupun lewat kejadian yang kikuk ini Nelson Mandela yang sudah berpulangpun masih memberi sumbangan inspirasi bagi dunia. Sungguh pejuang kemanusiaan sejati.

Terima kasih Nelson Mandela. Selamat jalan. Beristirahatlah engkau dengan tenang.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: