kiri… lalu kanan

Ini soal menengok atau menoleh ketika menyeberang jalan.

Ketika pertama kali saya datang ke Belanda di akhir 2002 ada satu hal penting yang harus dengan sadar saya biasakan untuk dilakukan. Menengok ke kiri dulu, baru kemudian ke kanan. Kebiasaan ini harus dengan sadar terjadi setiap kali saya hendak menyeberang jalan.

Kenapa harus dengan sadar?

Sebab sisi stang stir mobil dan sisi kendara di negara-negara Eropa, kecuali Inggris, Skotlandia dan Irlandia… tentu saja, berbeda dari sisi stang stir dan sisi kendara yang berlaku di Indonesia. Stang stir mobil di Indonesia adalah sisi kanan. Sementara sisi kendara di Indonesia ada di sisi kiri. Semua mengikuti Inggris. Nah, setiap kali hendak menyeberang jalan kita mesti menengok ke kanan dulu. Baru setelah itu menengok ke kiri, bila jalannya digunakan untuk dua arah sekaligus. Bila jalannya satu arah, tentu beda cerita. Tergantung kita berdiri di sisi sebelah mana jalan.

Nah, di Belanda dan negara-negara eropa lainnya, selain yang tadi saya sebut di atas, yang terjadi justru sebaliknya.

Stang stir mobil di Belanda ada di sebelah kiri. Dan sisi kendaranya di sisi kanan. Jadi, kalau hendak menyeberang jalan saya harus menengok ke kiri dulu. Baru kemudian ke kanan, kalau jalannya digunakan untuk dua arah. Bila jalannya satu arah, lagi-lagi, tentu beda cerita. Tergantung kita berdiri di sisi sebelah mana jalan.

Tampaknya ini hal yang sepele. Tapi, percaya atau tidak, ini bukan perkara mudah. Kenapa? Sebab kebiasaan menengok ke kanan dulu baru kemudian ke kiri sudah mendarah daging di saya. Betapa tidak. Saya lahir dan besar di Indonesia. Menyeberang jalan adalah hal yang terjadi (hampir) setiap hari. Kadang dalam sehari, saya harus beberapa kali menyeberang jalan. Lalu? Menoleh ke kanan lalu ke kiri itu sudah menjadi gerakan yang otomatis. Gerakan bawah sadar. Nggak pakai dipikir lagi. Mengubahnya ternyata butuh usaha lumayan gigih dari otak untuk mengingatkan saya, khususnya kepala beserta seluruh perangkatnya. “Hai Retno, jangan lupa kamu menoleh ke kiri dulu ya, baru kemudian ke kanan. Tentu kalau tidak mau celaka!” Sampai akhirnya kebiasaan baru ini saya kuasai juga. Oalaahh!

Suatu hari seorang teman baik datang dari Indonesia. Menginaplah dia beberapa hari/malam di rumah saya. Kamipun pergi mengunjungi beberapa tempat. Di hari kedua dia di tempat saya pergilah kami ke kota lain. Ketika harus menyeberang jalan untuk pertama kalinya hari itu, saya dengan sadar memperhatikan gerak-gerik dia. Tentu dia tak sadar kalau saya perhatikan.

Bingo!

Dia menoleh ke kanan dulu. Kebiasaan di Indonesia. Kontan saya berseru, “Nah… salah kan!”

Dia kaget dan menoleh ke saya dengan pandangan penuh tanya. Lalu saya bilang, “Di Belanda sini sisi kendara beda dari di Indonesia. Jadi kalau mau nyeberang jalan kita mesti menengok ke kiri dulu baru ke kanan. Kalau Menengok ke kanan dulu seperti kebiasaan di Indonesia, lalu kita lihat jalan kosong, kita main nyeberang aja, padahal ternyata mobil dari kiri melaju kencang. Jadilah kita celaka.” Teman saya itu melongo bengong. Lalu tertawa ngakak sambil bilang, “Oh iya ya. Lupa gue. Yak ampun… ternyata elo memperhatikan ya gue menoleh ke kanan dulu.” Saya sahuti, “Iya dong. Kan gue pingin tahu, apakah kesalahan ini hanya milik gue seorang atau sebenarnya menjadi hal yang umum karena faktor kebiasaan.” Dan kami ngakak bareng sambil menyeberang jalan.

Percaya deh, perkara ini bukan perkara sepele. Nyawa loh taruhannya.

* * * * *

Advertisements

One comment

  1. pojokjendela · · Reply

    Kalau mau menyebrang di Jakarta, harus tengok kanan kiri. Biar pun itu jalan SATU ARAH! Untung gak harus lihat atas bawah juga…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: