sekali dayung, dua-tiga pulau terengkuhi

Ini peribahasa dalam Bahasa Indonesia. Artinya melakukan lebih dari satu hal dalam satu waktu yang sama. Kata lainnya mungkin menyambi. Bahasa Inggris punya istilah yang efisien. Singkat, padat, jelas. Multitask.

Saya memahami makna multitask ini sejak lama. Walaupun istilah multitask sendiri baru saya kenal beberapa tahun terakhir saja. Yang mengajari tentu saja ibu saya. Urusannya tentu tak jauh-jauh dari sudut rumah yang bernama “dapur”.

Dulu, ketika saya mulai belajar memasak, ibu saya bilang, “Yang paling penting dalam belajar memasak bukan memasak makanannya saja. Yang sama pentingnya adalah bagaimana caranya ketika selesai memasak, kita selesai juga membereskan dapur. Jadi ketika masakan matang, dapur pun rapi jali dan bersih.

Hmmm…

Boleh percaya, boleh tidak. Pelaksanaannya sulit sekali. Tapi bukannya tidak mungkin. Butuh latihan yang terus menerus. Yang jelas, mungkin ini yang disebut sebagai manajemen di dapur. Bekerja secara terstruktur dan sistematis. Mengetahui urut-urutan mana harus dikerjakan terlebih dahulu, mana yang bisa belakangan, mana yang bisa disambi cuci perkakas dapur, dan sebagainya. Hasilnya? Tiga-empat masakan terhidang di meja makan tanpa menghabiskan waktu yang lama. Dan dapur tampak seperti tak pernah terjadi kegiatan apapun.

Nah, ini kan multitask itu tadi. sekali dayung, dua-tiga pulau terengkuhi.

Setelah beranjak dewasa, terlebih setelah menikah dan tinggal berdua suami, saya bereksperimen dengan multitask-multitask di bidang lain. Misalnya memasak sambil mencuci baju sambil mendengarkan musik untuk dibuat komposisi tari. Hwarakadahh!

Multitask semacam ini kan tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan teknologi maju. Contoh yang saya sebutkan di atas, misalnya, saya mencuci baju dengan bantuan mesin cuci.

Contoh multitask lain yang bisa saya sebutkan di sini adalah satu jenis multitask yang disebelin oleh suami saya, Ron. Multitask ini wujudnya adalah menonton teve sambil merajut sambil internetan menggunakan ipad.

Saya tidak keberatan untuk multitask. Beberapa tahun terakhir ini kegiatan multitask memang makin giat saya lakukan. Semata-mata supaya saya masih punya cukup waktu luang untuk melakukan hal-hal yang saya senangi tanpa harus mengabaikan pekerjaan-pekerjaan rumahtangga harian.

Namun ada satu kegiatan yang ternyata(!!) tidak hendak saya sambi-sambi.

Kenapa saya bilang begini? Sebab saya seringkali mencoba melakukan kegiatan yang satu ini sambil melakukan kegiatan yang lain juga. Sambil menyambi. Hasilnya? Saya tidak bahagia. Yang jelas, saya merasa tidak nyaman. Jadi kegiatan menyambi-nyambi saat melakukan kegiatan yang satu ini saya hentikan. Jadi saya bisa berkonsentrasi penuh.

Kegiatan yang satu ini adalah…. buang air. Kata keponakan saya: bisnis nomer 2.

Dulu saya mencoba menyambi kegiatan buang air ini dengan kegiatan membaca. Itu ketika saya masih tinggal di Jakarta. Kamar mandinya kamar mandi basah. Setelah tinggal di Belanda, dengan kamar mandi kering dan saya mulai asik dengan kegiatan merajut, saya menyambi kegiatan yang satu ini dengan merajut. Kotak rajut berisi benang saya letakkan di lantai kamar mandi yang kering. Kadang tidak menyambinya dengan merajut, tapi dengan sms-an atau ipad-an.

Kemudian saya menyadari sesuatu. Saya tidak nyaman. Saya kok jadi merasa tidak memberi waktu pada diri sendiri untuk merasakan kegiatan yang sedang berlangsung di dalam tubuh. Padahal kegiatan buang air ini menurut saya, dan buat saya, penting sekali. Segitu pentingnya sehingga tidak ingin saya duakan.

Lagian, saya tidak suka berlama-lama di kamar mandi atau di wc untuk buang air. Kan bau. Kalau bisa paling lama 10 menit kenapa harus jadi 30 menit? Nggak masuk akal.

Jadi, sejak beberapa waktu terakhir ini saya membuat satu keputusan penting. No multitask ketika sedang buang air. Konsentrasi penuh. Supaya bisa merasakan kerja tubuh membuang yang harus dibuang.

Saya juga berencana mengurangi kegiatan multitask. Ingin mulai lagi mengerjakan berbagai kegiatan dengan konsentrasi penuh. Walaupun itu akan berarti lebih banyak waktu yang terpakai. Yang penting ketika melakukan satu kegiatan, saya lebih menyadari dan menikmatinya.

* * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: