musim semi, semangat berkebun dan bibit blueberry

Musim dingin 2012/1013 kemarin ini ekstra panjang walaupun tidak bisa dibilang ekstra dingin. Tapi mungkin karena ekstra panjang jadi terasa dingin tak berkesudahan. Dan kemudian jadi terasa ekstra dingin. Bahkan ketika musim semi sudah resmi dimulai pun suhu udara masih sangat rendah. Tidak mau jauh-jauh dari nol. Malam hari malah masih sering di bawah nol.

Saya ingat, musim dingin tiga atau empat tahun yang lalu suhu udara malam hari sempat mencapai -25º C dan suhu udara siang hari sempat beberapa kali mencapai -10º C, bahkan -15º C. Tapi musim dinginnya pendek.

Kenapa saya bisa bilang musim dingin tiga atau empat tahun yang lalu itu pendek?

Indikatornya hari ulang tahun Ron, suami saya, 22 April.

Tiga atau empat tahun yang lalu itu hawa hangat musim semi datang tepat waktu. Dan suhu udara benar-benar hangat sampai-sampai pas hari ulang tahun Ron kami bisa merayakannya bersama keluarganya dengan mengadakan barbeque di kebun belakang. Kakak ipar saya dan suaminya datang dengan mengenakan shirt tanpa lengan dan celana pendek. Bukan cuma hangat, hari itu panas terik. Kalau tidak salah suhu udara mencapai 29º C. Yang mengadakan barbeque nggak cuma kami, tapi tetangga kiri-kanan dan belakang juga barbeque-an dengan keluarga mereka masing-masing. Suara anak-anak riuh rendah. Hari itu benar-benar hari yang meriah.

DSCF0793-edited

DSCF0701-edited

Ulang tahun Ron tahun ini, walaupun matahari bersinar ceria, tapi suhu udara minim. Kalau ke luar rumah, misalnya ke kebun belakang, masih harus pakai sweater tipis. Ufhh..

P1160202-edited

Hawa hangat musim semi tahun ini datang begitu lambat. Kalah lambat dengan siput. Sampai sekarang orang-orang masih saja harus pakai jaket. Walaupun sebagian sudah mengenakan yang versi tipis. Tapi matahari yang bersinar ceria hampir dua minggu terakhir ini bikin saya jadi semangat. Semangat untuk mereka-reka benih sayur apa saja yang ingin saya semai untuk kemudian ditanam di kebun belakang tahun ini. Alhasil, kamis minggu lalu saya menyibukkan diri membersihkan dan membereskan kebun belakang. Kemudian mengisi wadah-wadah semai dengan tanah kompos. Lalu menabur beberapa jenis benih biji di wadah-wadah semai itu. Sekarang sudah ada tiga jenis benih biji yang bertunas dan mulai tumbuh. Rucola (Eng. rockets), slada jenis little gem dan tomat ceri versi kerdil.

*Senang :))*

DSCF0503-edited

DSCF0497-edited

DSCF0501-edited

DSCF0511-edited

Hati saya juga sedang berbunga-bunga banget. Tiga hari yang lalu Ron membelikan saya bibit tanaman beri biru. Blueberry.

Sudah dua tahun terakhir ini saya ribut aja ingin punya pohon buah di kebun belakang. Sampai dua tahun yang lalu kami punya pohon anggur hijau di kebun belakang. Sayang pojok tumbuhnya di tempat yang tidak tepat. Menghadap barat. Jadi si pohon anggur tidak pernah terkena sinar matahari pagi yang justru sangat dia butuhkan untuk menghasilkan buah yang bagus. Jadi sampai pohon anggur itu saya bongkar dari tanah si pohon tidak pernah memberi buah yang bisa dikonsumsi. Buahnya kecil-kecil dan asam. Yang suka cuma para burung pengunjung tetap kebun belakang. Yah.. daripada sama sekali nggak ada yang suka. Tapi si pohon anggur toh tidak tumbuh dengan percuma. Sebab selama musim panas saya sering memanen daun-daunnya yang muda untuk saya bikin dolmas. Ini hidangan Mediterania. Nasi campur daging cincang berbumbu yang dibungkus daun anggur. Kalau kata teman-teman Indonesia saya: arem-arem Mediterania. :)

Awalnya saya mengangan-angankan pohon apel atau pir Eropa. Tapi benar kata Ron, suami saya. Mau ditanam di mana? Lahan yang ada tidak memungkinkan untuk ditanami pohon buah yang nantinya akan tumbuh besar.

Angan-angan yang tetap menjadi angan-angan selama dua tahun penuh. Sampai akhirnya sebulan yang lalu. Suatu hari saya bosan di rumah. Lalu pergi ke pusat industri di kota tetangga. Di situ ada IKEA, Makro, Praxis, Intratuin, Gamma, Superstore Oriental dan beberapa lainnya. Pertama-tama saya pergi ke IKEA. Setelah bosan melihat-lihat di situ, saya menyeberang jalan mengunjungi Praxis. Praxis ini megamarket yang menjual berbagai peralatan yang dibutuhkan rumah tangga. Juga peralatan pertukangan. Selain itu Praxis juga menjual berbagai produk yang berkaitan dengan tanaman. Bibit tanaman, benih biji, alat-alat berkebun dan sebagainya. Pojok hijau ini yang paling saya sukai. Saya bisa betah berjam-jam di situ. Yang bikin saya pulang cuma kaki yang pegal, lelah berdiri dan berjalan berkeliling.

Hari itu, saya melihat bibit tanaman blueberry ditawarkan juga di Praxis. Auwwww… Seketika itu juga saya tahu tanaman buah apa yang ingin saya tanam di kebun belakang rumah. Blueberry! tentu saja.

Segitu-gitu saya tidak langsung membeli. Saya ingin cari info yang cukup lengkap dulu sebelum akhirnya memutuskan membeli atau tidak. Saya harus paham dulu apakah perawatan tanaman blueberry ini cukup mudah dilakukan atau mesti ngoyo. Kalau mesti ngoyo ya lupakan saja. Apalagi saya rutin pulang, mudik ke Indonesia. Dan kalau mudik, minimal satu bulan.

Setelah mencari tahu di berbagai website di internet, ternyata tanaman blueberry ini lumayan mudah perawatannya. Jadi saya mantap untuk membeli. Ron tentu sudah saya beri tahu sejak awal. Dan tiga hari yang lalu dia mengajak saya ke Praxis untuk membeli si bibit blueberry ini. Yaiiyyy!!

Hal yang paling sulit untuk saya lakukan ketika membeli tanaman adalah memilih mana yang akan dibeli. Hal ini juga terjadi ketika memilih bibit blueberry. Di Praxis ada sekitar 20 bibit tanaman blueberry. Semua serasa berseru-seru: “pilih saya saja! pilih saya saja!”

Ugghh.. mau nangis rasanya.

Setelah dapat satu yang menurut saya tampak paling sehat dan percabangannya juga indah, kami berjalan menuju kassa. Tentu setelah minta maaf pada bibit-bibit blueberry yang tidak saya pilih. Dan sesampainya kami di rumah, Ron pun setuju bahwa bibit blueberry pilihan saya bagus. Percabangannya teratur dan bagus. Sampai-sampai dia bilang gini, “Kalau buat saya sih tanaman blueberry ini boleh untuk seterusnya tinggal di dalam rumah. Nggak perlu ditaruh di luar (kebun belakang).”

Hahahaha… mulai posesif deh.

DSCF0571-edited

Si bibit blueberry itu memang menginap di dalam rumah satu malam. Untuk aklimatisasi. Tapi kemarin siang sudah mulai saya taruh di kebun belakang supaya kena matahari sore yang panasnya nggak garang. Saya taruh di antara pot-pot tanaman tanpa penghuni (kecuali rumput-rumput liar) sisa tahun kemarin yang belum saya bongkar. Hari ini akan saya lakukan.

Duuuhh.. iya.. semangat tinggi!

Dan pengharapan saya makin melambung akan hawa hangat supaya datang serajin mungkin. Supaya kebun belakang saya berlimpah hasilnya tahun ini. 2013.

* * * * * * *

Advertisements

One comment

  1. waw…pgn nanem diindonesia jadinya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: