Proyek 01: syal winter untuk Ron

“Maafkan saya,” blogku Hujan Tengah Hari. Sudah lama sekali saya tidak menulis. Padahal kangen nggak ampun-ampun. Siang ini akhirnya bisa juga “memaksakan” diri untuk duduk tenang dan mengetik. Leganya… :)

Sejak pertengahan november lalu Belanda sudah mulai memasuki musim dingin. Musim yang membawa rasa suka tapi benci.

Saya suka melihat salju turun dengan derasnya dan membuat alam semesta indah dengan warna putihnya yang lembut. Sebentuk indah dalam rupa yang lain. Sungguh Tuhan Maha Besar.

Benci sebab saya tidak pernah bisa tahan dingin. Saya ini 200% mahluk tropis. Angin dingin sedikit saja membelai bagian telinga pasti langsung sakit kepala berkepanjangan. Contohnya seperti sekarang ini. Bete deh… :)

Musim dingin tentu saja dingin… bbbrrrrr…. Dan saya jadi tambah betah merungkel di dalam rumah. Persis beruang sedang hibernasi. Bedanya: kalau beruang hibernasi dengan tidur sepanjang musim dingin, saya tidak. Saya tetap berkegiatan di dalam rumah.

Selain tetap mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga rutin sehari-hari, hampir setiap kali musim dingin saya mengisi waktu dengan merajut. Kegiatan ini mulai saya tekuni sejak sekitar 6 tahun yang lalu, dengan gaya hilang-timbul. Maksudnya, kadang saya melakukan kegiatan ini, kadang tidak. Tergantung tingkat kesibukan saya saat musim dingin tersebut. Yang jelas, musim dingin tahun lalu saya tidak melakukannya. Sebab musim dingin tahun lalu saya pulang ke Indonesia. Dan di sana tidak ada musim dingin. Jadi saya tidak merajut. Ha ha ha…

Ketika memulai kegiatan merajut ini 6 tahun yang lalu, saya mulai dengan merajut syal untuk Ron, suami saya, dengan menggunakan satu jarum yang salah satu ujungnya membentuk kait. Di Indonesia dikenal dengan nama jarum hak. Ini mengadopsi dari bahasa Belanda, haakpen. Sementara kegiatan merajut dengan satu jarum itu sendiri dalam bahasa Belanda dikenal sebagai haken. Sementara bahasa Inggris mengadopsi istilah bahasa Prancis: crochet.

Ron's winter scarf: haken/crochet

Ron’s winter scarf: haken/crochet

my winter hat: haken/crochet

my winter hat: haken/crochet

Nah… sejak lama, sejak masih SMA, saya penasaran. Ingin tahu bagaimana sih merajut dengan menggunakan dua jarum. Kegiatan merajut yang dikenal di Indonesia adalah kegiatan merajut yang menggunakan satu jarum itu tadi. Sementara, kegiatan merajut yang menggunakan dua jarum di Belanda dikenal dengan nama breien. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai knitting. Nah breien atau knitting ini yang ingin sekali saya pelajari.

Sekitar 4 tahun yang lalu, ketika akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba merajut dengan dua jarum, saya mempelajarinya dari tutorial online yang saya dapat dari mbah Google. Saya juga membaca beberapa buku merajut dengan dua jarum untuk pemula yang saya pinjam dari perpustakaan propinsi. Teknik merajut dasar dengan dua jarum ini ternyata tidak sulit seperti yang saya bayangkan. Ketika itu saya kemudian sudah bisa membuat syal dengan menerapkan teknik merajut dua jarum yang paling sederhana. Hasilnya tentu saja tidak terlalu memuaskan saya. Tidak rapi. Maklumlah… namanya juga pemula yang mulai benar-benar dari nol.

my winter scarf: breien/knitting very first attempt

my winter scarf: breien/knitting very first attempt

Sampai saat ini saya sudah menghasilkan satu syal winter biru tua untuk Ron, satu syal winter kuning kepodang dan satu topi winter biru-pink untuk saya. Syal biru tua untuk Ron dan topi winter biru-pink untuk saya ini saya lakukan dengan teknik rajut satu jarum atau haken/crochet. Sedangkan syal  winter kuning kepodang adalah hasil rajutan pertama saya yang menggunakan dua jarum alias breien/knitting.

Musim dingin tahun ini, sekarang ini, tiba-tiba keinginan untuk kembali merajut dengan dua jarum muncul dengan kuat. Entah kenapa. Jadilah seminggu yang lalu saya membeli perkakasnya. Jarum rajut dengan koneksi benang nilon dan beberapa gelondong benang wol warna kopi susu muda. Saya ingin membuat syal untuk Ron. Kali ini saya ingin membuat syal dengan teknik rajut yang 1 tingkat lebih sulit. Teknik pemula tingkat kedua. Hehehe.. ini istilah saya sendiri. Teknik knit dan purl. Motif 2 – 3.

Masih jauh dari selesai. Tapi, so far so good.

Yang bikin saya senang adalah kali ini saya bisa menghasilkan rajutan yang rapi. Yippieee!!

Ron's winter scarf: breien/knitting, project 01 winter 2012/2013, knit-pearl 3:2

Ron’s winter scarf: breien/knitting, project 01 winter 2012/2013, knit-pearl 3:2

Ron's winter scarf: project 01 winter 2012/2013, the other side

Ron’s winter scarf: project 01 winter 2012/2013, the other side

Karena syal winter untuk Ron ini adalah rajutan pertama yang saya kerjakan dengan lumayan rapi dan dengan menerapkan teknik rajut yang mulai bervariasi, maka saya menamainya “Proyek 01: syal winter untuk Ron”.

* * * * * * *

Advertisements

2 comments

  1. setelah beberapa kali mencoba merajut dg dua jarum,sy tetap blm menguasainya ;(

    1. halo Tayu,
      terima kasih sudah mampir di blog saya.
      maksudnya belum menguasai tuh bagaimana? ada yang bisa saya bantu?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: