pandan

Nama latinnya Pandanus amaryllifolius. Tumbuh di daerah tropis. Di kawasan Asia Tenggara digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Misalnya untuk memberi aroma pada nasi yang sedang ditanak. Juga untuk memberi aroma pada beberapa jenis penganan tradisional. Kalau di Indonesia, misalnya untuk memberi aroma pada kue-kue tradisional jajan pasar. Bila ditumbuk bersama daun suji (Lat. Suji (Lat. Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb. syn. Pleomele angustifolia (Medik.) N.E. Br.) akan menghasilkan pewarna hijau beraroma pandan yang bisa dan biasanya digunakan sebagai pewarna makanan.

Di Belanda sini saya punya tanaman pandan. Bibitnya membawa dari rumah orangtua di Jakarta. Dulu ayah saya yang memberi sangu bibit pandan. Kalau tidak salah tahun 2005. Atau 2006. Saya sudah lupa berapa jumlah bibit pandan yang dia berikan. Mungkin dua. Mungkin juga memang cuma satu. Yang jelas, induk tanaman pandan saya di sini memang cuma satu. Si bibit, si induk, sudah menjadi besar dan sangat mapan. Juga beranak pinak banyakkk sekali.

Si pandan ini saya tanam dalam pot. Dan tidak pernah saya taruh di luar. Selalu di dalam rumah. Indoor. Bahkan ketika musim panas. Sebab ternyata pandan, dan juga tanaman suji, tidak cocok dengan iklim panas di Eropa. Panasnya berbeda. Kering. Kalau di Indonesia, karena daerah tropis, jenis panasnya lembab. Dulu, ketika saya belum tahu, pernah saya taruh di kebun belakang ketika sedang musim panas. Walaahhh.. Seminggu kemudian daunnya pada meranggas. Kering. Nyaris mati. Padahal saya taruh di pojok yang teduh dan saya siram terus tiap hari. Jadi ya saya masukkan lagi ke dalam rumah. Tentu setelah saya siram dan bersihkan daun-daunnya satu per satu. Selang 1 minggu si pandan sudah mulai kelihatan sehat lagi. Ooo… jadi tahu saya. Tidak cocok panasnya.

Awalnya dulu saya taruh dalam pot kecil. Karena bibitnya memang cuma kecil saja. Lama kelamaan dia jadi besar dan terlihat kuat. Dan mulai memunculkan anak. Tadinya satu. Lalu dua, tiga, empat dan seterusnya, dan seterusnya. Mak petungul dari sela-sela ketiak daun di tanaman induknya. Lalu akar-akar baru juga bermunculan. Akar-akar dari tanaman anak. Sesekali saya pisahkan. Terutama kalau ada yang minta bibit anakannya. Tentu saja saya pilih anakan yang sudah cukup besar dan akarnya juga sudah mapan.

Sebenarnya sangat mudah merawat tanaman pandan. Kalau tidak tinggal di Indonesia atau di daerah tropis, misalnya di Eropa, mau tidak mau menanamnya harus di dalam pot dan ditaruh di dalam rumah. Media yang saya pakai cuma campuran tanah dan kompos. Beli siap pakai dari supermarket atau dari toserba tanaman. Menyiramnya juga tidak tiap hari. Asal tanahnya sudah terasa agak kering baru disiram. Sesekali tanahnya mesti digemburkan. Bisa menggunakan garpu makan yang sudah butut. Mengemburkan tanah tanaman dalam pot jauh lebih efektif bila menggunakan garpu makan ketimbang menggunakan sebilah tongkat atau batang kayu/bambu. Bentuk garpu kan menyerupai bentuk garu tanah. Jadi tanah jadi lekas gembur lagi.

Tanah yang sering digemburkan lebih mudah mengikat air. Jadi tanah tidak lekas menjadi kering. Kita pun tidak repot harus menyiramkan setiap hari. Ini tentu saja kalau tanahnya masih subur. Karena, lama kelamaan, tanah akan menjadi kurus. Zat haranya habis diserap oleh akar-akar tanaman. Jadi, tanah dalam pot sebaiknya diganti setidaknya 6 bulan sekali. Itu juga yang saya lakukan pada tanaman pandan saya.

Kira-kira tiga minggu yang lalu saya mengganti tanah di pot tanaman pandan. Sekalian memisahkan anak-anaknya. Sudah banyak sekali. Tanaman induknya jadi terlihat gondrong. Saya pisahkan dengan hati-hati agar tidak mencederai akar anak-anaknya. Setelah tiga minggu, hingga hari ini, tiga anaknya mati. Selebihnya masih bertahan hidup. Sebagian besarnya tampak sehat dan segar. Beberapa lainnya kelihatan sedang mencoba bertahan hidup. Moga-moga benar bisa bertahan hidup dan jadi sehat dan segar.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: