red beetroot

Dalam Bahasa Indonesianya: bit merah. Setelah 5 tahun absen menanamnya di kebun belakang, tahun ini saya kembali menanamnya. Sebab ternyata saya masih punya bibit bijinya. Sisa dari musim tanam 5 tahun yang lalu. Dan bibit itu, kalau melihat tanggal kadaluwarsanya, sudah kadaluwarsa sejak 3 tahun yang lalu. Tapi kenapa mesti dibuang dalam tong sampah? Mencoba untuk menyemainya kan tidak ada salahnya. Kalau berhasil tumbuh lahan di kebun belakang saya masih cukup untuk menampung tanaman bit merah sejumlah bibit biji yang tersisa dalam kantong kemasannya. Kalau benih-benih itu tidak tumbuh… ya sudah. Wong memang sudah 3 tahun kadaluwarsa. Jadilah saya semai biji-biji bit merah itu dalam wadah plastik bekas daging.

Bukan sulap bukan sihir. Benih biji bit merah yang sudah 3 tahun kadaluwarsa itu tumbuh dengan cepat. Tidak sampai seminggu tunas-tunas daun sudah pada bermunculan. Sayang tidak saya foto. Setelah benih biji menjadi bayi-bayi sehat yang siap dipindah ke lahan, maka saya tanam di jalur kanan lahan kebun belakang saya.

Awalnya mereka pertumbuhan mereka agak lambat. Ini karena musim panas tahun ini super jelek. Terlalu banyak hujan. Ini tidak hanya berdampak pada tanaman bit merah saja, tapi juga pada hampir semua tanaman sayuran yang ada di kebun belakang saya. Tomat, cabe, zucchini, kemangi dan labu siam. Tentu saja kecuali selada. Entah kenapa, tanaman selada saya tampak tidak terpengaruh cuaca buruk sama sekali. Mungkin karena pada dasarnya tanaman selada memang banyak mengandung air. Jadi diguyur air hujan malah girang dan tambah semangat tumbuhnya.

Tapi teriknya sinar matahari di beberapa hari di sela-sela hari-hari basah itu cukup untuk membuat para bit merah saya tumbuh dengan subur. Dan di akhir pekan yang baru lalu saya sudah bisa memanen 5 bit merah. 3 di antaranya berukuran lumayan besar. Dua lainnya berukuran sedang. Tapi 5 bit merah, tiga besar dan dua sedang itu cukup untuk membuat salad kentang-bit merah  yang menjadi favorit keluarga suami saya, Ron. Dan sekarang kelima bit merah itu sedang saya rebus. Empat dari kebun belakang dan satu sisa membeli di pasar sayur minggu yang lalu.

Yang asiknya, tanaman bit merah ini yang bisa dikonsumsi tidak hanya bagian umbinya. Tapi juga daunnya. Jadi kemarin waktu memanen, daun-daun bit merah yang masih cukup muda saya sisihkan dan cuci bersih. Daun-daun yang tua dan keras saya potong-potong dan masukkan ke dalam bak kompos. Ini kan sistem daur ulang! Jadi nyaris tidak ada yang terbuang.. :)

Daun-daun bit merah yang berhasil saya sisihkan lumayan banyak. Langsung saya cuci bersih. Tapi sayangnya kemarin saya tidak punya waktu untuk langsung mengolahnya menjadi masakan. Bagaimana caranya supaya para daun itu tidak menjadi layu? Tetap segar sebelum akhirnya saya olah menjadi masakan?

Ide cemerlang mampir tiba-tiba. Saya ambil vas bunga. Vasnya saya isi dengan air keran secukupnya. Lalu daun-daun bit merah yang sudah dicuci bersih itu saya taruh dalam vas. Voila!! Cantik banget. Dan yang jelas, tujuan saya tercapai. Membuat daun-daun tersebut tetap segar.

Setelah selesai mencuci daun-daun bit merah itu, saya mengupas satu buah bit yang berukuran agak besar. Cuci bersih dan potong dadu agak kecil. Lalu saya blender bersama satu buah tomat dan 1/4 butir melon. Ya. Jus bit merah-tomat-melon. Jusnya tidak saya beri pemanis tambahan. Gula ataupun madu. Sebab ketiganya sudah mengandung cukup banyak kadar gula. Dan memang hasilnya sudah cukup manis untuk saya yang bukan penyuka makanan manis.

Dan sore ini saya akan membuat tumis daun bit merah. Hhmmm… :))

===============================

Red Beetroot Mix Juice

Ingredients:
1 red beetroot, medium size
1 tomato, medium size
1/4 melon
250 – 300 ml cold water

Instruction:
1. Blend all the ingredients in a blender machine until smooth.
2. Pour in a big glass. Ready to serve.

Makes 4 medium size glasses.

==============================

* * * * * * *

Advertisements

14 comments

  1. pojokjendela · · Reply

    jus bit? ouch…

    1. coba deh, Pud. enak bgt!! 1 bit + 2 tomat merah will do. antioxidant patent loh.. :)

  2. pak saya mau tanya, bisa dapat dimana bibit buah bit nya ya?saya mau coba menanam juga..thk

    1. halo Pak (?) Rudy. Salam kenal. Saya Retno, pemilik blog Hujan Tengah Hari ini. Dan saya peremppuan.. :) Saya menemukan satu blog yang menawarkan bibit benih sayur mayur. Pemilik blog tinggal di Bogor. Nama blognya: Ayo Berkebun di Sekitar Rumah. ini link blognya: http://petanirumahan.wordpress.com/tag/jual-benih-bit-merah/
      Si pemilik blog menjual jg bibit benih bit merah. Dalam daftar bibit benih yang dijual, bit merah menempati urutan ke-50. Silakan dicek sendiri. Di blog tersebut juga dijelaskan cara pemesanan per online via blog/email dan juga via sms. Kalau tempat tinggal Anda dekat dengan Bogor, bisa juga datang langsung ke alamat yang disebutkan di situ, dengan membuat janji terlebih dahulu.
      Sekian dulu. Semoga cukup jelas. Semoga sukses ya, Pak Rudy.

  3. ada bibit bit Merahnya sy mau beli n mohon infonya ke agus.apriadi82@yahoo.com/Hp 081936776779

    1. Pak Agus, terima kasih sudah mampir di blog saya.
      maaf saya tidak menjual bibit apapun, termasuk juga tidak menjual bibit bit merah.
      kalau mau membeli bibit, mungkin Anda bisa mencoba mengontak pemilik blog Ayo Berkebun di Sekitar Rumah yang linknya saya cantumkan di jawaban yang saya berikan untuk pertanyaan Pak Rudi di atas. Silakan dicek sendiri. Semoga sukses.

  4. apa ada bibit bit merahnya ? sy mau beli ( Hp 081936776779/Agus

  5. Mbak Retno, mohon izin pinjam foto tanaman bit merahnya ya untuk pembelajaran dengan tetap mencantumkan sumbernya. Terima kasih dan selamat terus berbagi.
    Salam

    1. halo Rynari,
      silakan memakai foto tanaman bit merah dalam tulisan saya ini utk pembelajaran dg tetap mencantumkan sumbernya.
      bisakah Rynari mengirim link hasil pembelajaran yg mencantumkan foto bit merah saya? terima kasih sebelumnya.

      salam,
      Retno

      1. Terima kasih responnya mbak Retno. Foto daun bit dalam gelas sy share di pembelajaran kelas untuk menunjukkan betapa kreatifnya mbak Retno menanam dan memanfaatkan seluruh bagian tanaman bit, kreativitas ini semoga menginspirasi peserta didik kami. Salam hangat

  6. bila ditanam diwilayah jakarta, kira2 tanaman ini numbuh ga ya?

    1. terima kasih sudah mampir di dan baca-baca Hujan Tengah Hari.

      suhu udara yang ideal untuk menanam bit merah ini adalah 7 — 25 derajat Celcius.
      kalau ingin mencoba menanam di wilayah Jakarta mungkin bisa coba menanam di pot atau container dulu.
      tujuannya agar pot/container bisa dipindah bila matahari terlalu terik.
      usahakan tanaman bit merah ini kena matahari pagi. Bila matahari siang terlalu terik segera pindahkan pot ke tempat yang teduh.
      umbi bit cenderung menjadi keras bila terpapar panas yang berlebihan. terutama bila umbi tidak tertimbun tanah seluruhnya (bagian atas umbi sedikit muncul di permukaan tanah).

      selamat mencoba menanam bit merah. semoga berhasil.

      salam!

  7. mba sya sudah hubungi bapak yang jual bibit tp belum dibalas…masih berjualan ga ya kira2?

    1. Halo mbak Dewi,
      Terima kasih sudah mampir di blog Hujan Tengah Hari.
      Maaf, saya tidak tahu apakah pemilik blog Ayo Berkebun masih berjualan bibit benih bit merah atau tidak. Kalau ada nomor kontak di website beliau, mungkin ada baiknya ditelpon saja.

      Salam.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: