pacar merah

Ini saya tidak sedang bicara tentang satu jenis tanaman. Ini judul sebuah buku novel klasik dalam versi Bahasa Indonesia. Buku aslinya ditulis dalam bahasa Inggris dengan judul The Scarlet Pimpernel karya Baroness Emmuska Orczy. Untuk pertama kalinya diterbitkan tahun 1905. Yang menarik adalah, The Scarlet Pimpernel tidak pertama-tama ditulis dalam bentuk novel roman tapi dalam bentuk naskah drama. Walaupun awalnya kurang menarik perhatian publik, The Scarlet Pimpernel sebagai karya teater akhirnya bertahan selama 4 tahun dan bahkan memecahkan beberapa rekor panggung di London. Kemudian diterjemahkan ke dan dimainkan dalam beberapa bahasa. Hal ini kemudian mendongkrak publisitas novel yang diterbitkan kemudian dengan judul yang sama.

Saya sedang membacanya. Dalam bahasa aslinya, bahasa Inggris. Kebetulan perpustakaan pusat propinsi di Arnhem memiliki dua eksemplar. Salah satunya masih boleh dipinjam untuk dibawa pulang. Yang satunya lagi sudah tidak dipinjamkan untuk umum. Mungkin karena sudah terlalu tua dan agak rusak. Yang saya pinjam untuk dibaca di rumah diterbitkan tahun 1910.

Dulu…. sekali, saya pernah membaca The Scarlet Pimpernel ini. Tapi dalam edisi terjemahan Bahasa Indonesia.

Ketika itu saya belum lama duduk di bangku SMP. Dan di sekolah saya ada program wajib membaca buku. Kami, murid-murid, diwajibkan membaca buku dengan cara meminjam dari perpustakaan minimalis sekolah. Minimalis, karena ruang perpustakaannya amat sangat terbatas.

Suatu ketika, di hari wajib pinjam buku, saya sibuk melihat-lihat judul buku yang ada di perpustakaan minimalis itu. Dan terpaku pada satu buku berjudul Pacar Merah. Sampul bukunya berwarna dasar merah tua dengan lukisan sketsa. Sangat tidak menarik, menurut saya ketika itu. Tapi entah kenapa, saya meminjamnya juga. Seingat saya, saya sangat ingin tahu apa cerita novel itu karena judulnya yang aneh. Pacar Merah.

Di negara saya, Indonesia, ada satu tanaman yang dinamai pacar. Bunganya warna merah dan bisa digunakan sebagai pewarna. Tapi tidak bisa dikonsumsi. Biasanya perempuan jaman dulu menggunakan bunga pacar ini untuk mewarnai kuku mereka. Pewarna kuku alamiah. Mirip hena di India sana.

Saya bertanya-tanya, apa ada hubungannya antara pacar merah yang saya kenal dengan Pacar Merah judul novel yang saya pinjam itu.

Ternyata ceritanya menarik sekali. Tegang. Kisah penyelamatan aristokrat Prancis oleh 20 orang aristokrat Inggris pada awal terjadinya Revolusi Prancis di tahun 1792. Pemimpin kelompok aristokrat Inggris yang menolong menyelamatkan nyawa para aristokrat Prancis dari pancungan kapak guillotine itu menggunakan bentuk bunga pacar merah atau scarlet pimpernel sebagai logo segelnya. Hhmmm..

Saya jadi ketagihan membaca novel itu. Setelah kali pertama itu, saya masih membaca ulang 2-3 kali selama masa bersekolah di SMP.

Lama berselang, saya tidak pernah lupa tentang Pacar Merah itu. Berharap akan bisa membaca ulang lagi. Entah kapan. Ketika SMA dan perpustakaan sekolah jauh lebih besar dengan jumlah buku bacaan yang juga jauh lebih banyak, saya tidak menemukan Pacar Merah dalam koleksi si perpustakaan.

Baru sekitar sebulan yang lalu Pacar Merah terlintas lagi dalam benak saya. Tiba-tiba saja. Entah apa sebabnya. Kok bisa gitu ya? Hhmm.. aneh. Muncul pertanyaan, apakah novel itu ada di perpustakaan pusat propinsi Arnhem, tempat saya menjadi anggota. Tapi apa judulnya dalam bahasa Inggris?

Setelah googling beberapa waktu, akhirnya saya dapatkan juga judul aslinya. The Scarlet Pimpernel. Wahh.. ternyata novel klasik. Dan ternyata ada di perpustakaan langganan saya. Senang! Akhirnya saya bisa membaca novel klasik ini dalam bahasa aslinya.

Saya meminjamnya dan sekarang sedang membacanya.

* * * * * * *

Advertisements

4 comments

  1. pojokjendela · · Reply

    buku yang berkisah tentang politik, perebutan kekuasan dan kekerasan. masih aktual untuk masa kini.

    1. iya, bener.. :) buku the scarlet pimpernel ini menarik bgt, Pud. coba cari di situ. siapa tau ada n bisa dipinjem bawa pulang. kalo versi Bahasa Indonesianya Pacar Merah. Jangan kesaru sama Pacar Merah Indonesia tapinya.

  2. salam..
    mba kalo boleh tau versi bahasa indonesianya terbitan mana ya?

    1. halo Dodi, terima kasih sudah mampir dan baca2 Hujan Tengah Hari.
      sayangnya saya tidak ingat lagi penerbit versi Bahasa Indonesia Scarlet Pimpernel (Pacar Merah). versi Bahasa Indonesianya saya baca sekitar th 1983 atau 1984. Jadi sudah lama sekali. Sejak itu saya tidak bisa lagi menemukan buku itu di toko buku manapun di Jakarta. Ketika saya membacanya, meminjam dari perpustakaan sekolah pun, buku itu sudah lumayan usang. Tapi mungkin kamu masih bisa mencoba mencari buku itu di Perpustakaan Nasional di Jl. Salemba. siapa tau ada. semoga sukses ya, Dodi.

      salam,
      Retno

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: