gu.ru.

Saya habis menjelajah blog Tobytall dan membaca posting Guru. Saya setuju 200% dengan apa yang ditulis di posting itu.

Saya punya pengalaman tentang kata guru ini. Dan ingin berbagi cerita tentang pengalaman ini.

Suatu hari dulu, ketika saya sedang menjalani studi tari Kathak di New Delhi, India, kami baru saja memulai kelas. Kami baru selesai menarikan nomor Guru Vandana. Nomor devosional sebagai tribut bagi guru. Selesai menarikan nomor itu, guru saya mengajukan satu pertanyaan kepada kami, murid-muridnya.

“Selama ini kalian selalu memanggil saya dengan panggilan ‘Guru ji’. ‘Guru’. Dan kalian juga sudah belajar dan sering menarikan nomor Guru Vandana. Kata guru ( गुरु ) berasal dari Bahasa Sansekerta dan terdiri atas dua suku kata: gu ( गु ) dan ru ( रु ) Nah, apakah kalian tahu apa arti kata guru?”

Tidak ada satu pun dari kami yang mampu menjawab. Terbukti bahwa selama ini kami memang hanya take for granted. Menelan semuanya tanpa tanya. Minim rasa ingin tahu.

Guru saya melanjutkan, “Kalau tidak ada yang tahu, coba kalian cari tahu. Saya beri waktu dua hari. Kalian bisa mencari artinya di kamus Bahasa Sansekerta kalau punya.”

Setelah dua hari saya tetap tidak berhasil mendapatkan kamus Bahasa Sansekerta. Mencoba mencari di internet. Tapi ketika itu saya rasa entry index masih sangat minim. Wikipedia juga baru dilahirkan. entry index-nya juga masih sangat terbatas. Jadi, singkat kata, saya tidak dapat menemukan arti kata guru.

Saya cuma tahu bahwa seorang penulis lagu Indonesia, Sartono, menciptakan lagu Hymne Guru di tahun 1980. Lagu ciptaan beliau itu memenangi lomba cipta lagu untuk guru yang diadakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun itu. Informasi tentang lagu Hymne Guru ini saya dapatkan dari blog Jiwa Musik.

Lirik lengkapnya seperti di bawah ini:

Terpujilah wahai engkau
ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku

Semua baktimu
akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti
terima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa…
tanpa tanda jasa

***

Ketika kami memulai kelas dua hari kemudian, guru saya ternyata tidak lupa dengan PR mencari arti kata guru itu. Dia menagihnya. Dan yang bisa menjawab cuma satu orang. Teman sekelas saya. Teman baik saya.

Dia berhasil mendapatkan kamus Bahasa Sansekerta, entah meminjam dari siapa. Dan tentu saja menemukan arti kata guru. Di malam sebelumnya, dia mendatangi saya dan membagikan informasi yang dia peroleh. Saya berterima kasih dan mencatat arti kata guru dalam buku catatan tari saya. Tapi bukan hak saya untuk mengacungkan jari dan menjawab pertanyaan guru saya itu di kelas. Hak dia.

Yang jelas, ketika malam itu saya diberi tahu oleh teman baik saya itu apa arti kata guru, saya jadi langsung teringat pada satu baris kata dalam lirik Hymne Guru. Dan sejak itu, hingga detik ini, saya masih selalu menggumun, bertanya-tanya. Apakah Pak Sartono si penulis Hymne Guru itu tahu arti kata guru dalam Bahasa Sansekerta hingga dia menulis satu baris liriknya persis seturut arti yang sejatinya?

Suku kata Gu ( गु ) dalam Bahasa Sansekerta berarti bayangan. Sesuai dengan sifatnya, bayangan pasti gelap. Jadi gu atau bayangan bisa diartikan juga sebagai gelap dan/atau kegelapan.

Suku kata Ru ( रु ) berarti (orang yang mebawa) terang. (Orang yang) menghilangkan bayangan/gelap/kegelapan.

Gabungan kedua suku kata itu menjadi satu kata yang utuh: guru diartikan sebagai seseorang yang membawa pencerahan kepada orang lain yang sedang mengalami kegelapan. Oleh karenanya, mereka yang memiliki kemampuan dan mendedikasikan hidupnya untuk membawa terang dan menghancurkan kegelapan disebut guru. Ya… guru.

Kembali pada Hymne Guru dan kegumunan saya, apakah Pak Sartono tahu arti kata guru dalam Bahasa Sansekerta itu sehingga beliau menulis “Engkau sebagai pelita dalam kegelapan” sebagai satu baris dalam lirik lagu ciptaannya? Atau itu hanya sebuah kebetulan belaka? Saya masih tetap menggumun.

Dan makna kata guru ini sebenarnya sangat tercermin dalam lirik Guru Vandana.

Guru ra Brahma
Guru ra Vishnu
Guru ra Devo Maheshvaraha
Gurur sakshat param brama
Tasmai shri gura we namaha

Brahma dalam lirik di atas adalah Dewa Brahma, Shristi Karta, pencipta alam semesta.
Vishnu adalah Dewa Vishnu, Palan Karta, sang penjaga kelangsungan alam semesta.
Maheshvara adalah nama lain dari Dewa Shiva, Sangahr Karta, pembinasa angkara murka di alam semesta.

Arti dari lirik di atas adalah sebagai berikut:
* seorang guru (seharusnyalah!) seperti Dewa Brahma.
Ia membawa dan ”menciptakan” segala kebaikan dalam diri setiap muridnya, baik itu ilmu pengetahuan maupun budi pekerti;

* seorang guru (seharusnyalah!) seperti Dewa Vishnu.
Ia memelihara segala sifat dan hal baik dan positif yang ada di dalam diri setiap muridnya dan menjaga agar si murid tidak menumbuh-kembangkan sifat buruk;

* seorang guru (seharusnyalah!) seperti Maheshvara. Dewa Shiva.
Ia menghancurkan dan membinasakan segala sifat buruk yang dimiliki setiap muridnya;

* (keagungan) Guru melampaui batas-batas alam semesta;

* segala hormat dan sembah saya haturkan kepada Guru.

***

Sejak hari itu, hari ketika saya diberi tahu apa arti kata guru, saya jadi berusaha untuk semakin takzim setiap kali menarikan Guru Vandana. Dan setiap kali saya menarikannya, dalam sebuah pertunjukan tari atau bahkan ketika sedang melakukan latihan pribadi di rumah, jauh di dalam lubuk hati dan pikiran saya, saya selalu mempersembahkannya untuk mereka yang mendedikasikan hidupnya demi membawa terang di mana ada kegelapan. Untuk guru. Tanpa terkecuali.

Dan iya, kembali pada tulisan Guru di blog Tobytall itu, saya setuju. Benar begitu adanya. Menjadi guru bukanlah suatu pekerjaan. Menjadi guru adalah sebuah pilihan hidup!

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: