halo papi…

Sudah lama saya tidak menelpon ayah saya. Mengirim sms juga sama sekali tidak. Padahal biasanya kalau sedang tidak sempat menelpon saya mengirim sms untuk menanyakan kabarnya.

Sebenarnya sudah sejak dua minggu yang lalu saya ingin menelpon. Tapi selalu saja lupa. Beda waktu yang 5-6 jam memang bikin sedikit sulit. Hhmm.. Dan sebenarnya inginnya sih sesering mungkin. Tapi, pertama, dompet bisa jebol. Kedua, topik pembicaraan juga jadi tidak ada. Akhirnya hanya jadi klise saja. Gak asiklah.

Anyway kemarin akhirnya saya menelpon ayah saya. Papi.

“Halo. Selamat malam.” Hahaha.. Itu memang khas papi. Dan saya pun menyahut, “Halo, Pap, selamat malam.” Dan dia mengenali suara saya lalu menyahut, “Heiii, No…!”

Aaaahhh… kangennya.. :’)

Obrolan kami di telpon selalu kami awali dengan menanyakan kabar masing-masing. Gimana kabar? Sehatkah? Baik-baik sajakah? Papi juga tidak pernah lupa menanyakan kabar Ron dan keluarganya. Selalu titip salam juga untuk mereka semua… :)

Biasanya topik pembicaraan berganti dengan menanyakan hal-hal umum yang berkaitan dengan musim.

Sedang musim apa di sana, No?

Oh, di sini sedang musim panas. Tapi lagi hujan melulu nih, Pap. Jadi hawanya dingin. Rumah gimana kabar?

Rumah baik-baik saja. Papi membersihkannya juga pelan-pelan saja. Mesti tahu diri. Karena badan sudah tua. Semangat masih ada. Tapi tenaga sudah tidak memungkinkan lagi untuk banyak kerja seperti dulu.

Iya, Pap, pelan-pelan ajalah. Nggak ada yang dikejar kok. Yang penting kesehatan harus selalu dijaga.

Iya, No.

Lalu berlanjut dengan:

O ya, Pap, bulan lalu aku nyemai biji kemangi agak banyak. Karena sampai dengan tahun kemarin kalau nyemai biji kemangi nggak pernah tumbuh. Aneh. Nah, kali ini aku nyemai agak banyak, karena khawatir banyak yang nggak bakal tumbuh. Eeeehh.. Tahu nggak, Pap, buanyak banget yang tumbuh. Sampai kewalahan. Hahaha..

Oh, ya nggak apa kan kalau yang tumbuh banyak banget. Nanti kalau sudah bisa mulai dipanen/dipetik bisa kamu simpan di freezer untuk persediaan. Lalu beberapa kamu biarkan tumbuh sampai keluar bunga dan berbiji. Jadi kamu punya persediaan biji kemangi baru untuk musim panas tahun depan.

Waahh.. Benar juga ya. Okido, Pap. Ngomong-ngomong, aku dengar dari mami, Papi pergi ziarah ya seminggu yang lalu? Gimana tuh ceritanya?

Iya. Ikut sama rombongan gereja tantemu (adik perempuannya). Cuma pulang hari kok. Papi berangkat subuh. Pulangnya lagi juga subuh.

Hahaha.. Asal nggak pulang pagi ya, Pap.

Hahaha.. Iya ya…

Cerita tentang ziarah ini masih berlanjut lumayan panjang dan tidak mungkin diceritakan semua di sini.

Lalu papi bercerita juga tentang anggrek-anggreknya. Beberapa sempat hampir mati karena terserang jamur dan lumut. Aah… Tapi sekarang mereka mulai bersemangat lagi untuk hidup. Sama papi dipindah. Caranya dengan ditaruh menempel pada batang pohon mangga harum manis di taman belakang. Syukurlah…syukurlah…

Rasanya tidak ingin stop ngobrol. Tapi toh harus. Ya sudah. Lain kali saya bisa telpon ayah saya lagi. Yang penting sesekali mengirim sms untuk menanyakan kabarnya on daily basis.

Dah, Pap. Makasih untuk ngobrolnya. Jaga kesehatan ya. Titip salam untuk semua.

Dah, No. Terima kasih juga ya. Kamu juga jaga kesehatan. Titip salam untuk Ron dan semua ya.

Dah…

Dah…

Klik!

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: