menanam sereh

Buat manusia Indonesia yang tidak tinggal di Bumi Pertiwi tentu acapkali rindu makan masakan Indonesia. Masakan Indonesia terkenal dengan keragaman bumbunya. Salah satunya sereh atau serai. Kalau tinggal di Belanda sangat mudah untuk mengakses sereh sebab dijual di toko oriental atau toko Asia.

Tapi toko oriental atau toko Asia ini seringkali jarang ada di negara-negara lain di luar kawasan Asia, tentunya. Salah satu cara untuk menyediakan sereh ini di dalam dapur adalah dengan membawa dari Indonesia dalam jumlah yang cukup banyak saat ada kesempatan mudik. Lalu menyimpannya di dalam lemari pembeku (Ing. freezer). Jadi bilamana diperlukan untuk memasak satu jenis masakan, tinggal mengambil dari dalam freezer.

Cara lainnya adalah dengan menanamnya.

Belum lama berselang saya melihat satu foto yang diupload seorang kenalan Indonesia di akun Facebooknya. Kenalan saya ini tinggal di Belanda juga. Tapi tempat tinggal dia sangat jauh dari kota tempat tinggal saya. Foto yang dipasangnya di Facebook itu adalah foto bayi sereh. Besar dugaan saya dia menanam sereh itu dari biji. Saya sendiri baru tahu setelah melihat foto itu bahwa sereh juga menghasilkan biji. Bentuk biji sereh seperti apa, sampai sekarang saya tidak tahu. Penasaran deh.

Walaupun dengan tinggal di Belanda saya jadi mudah mengakses sereh, tapi saya juga selalu berusaha untuk menanamnya. Dan akhir musim semi adalah waktu yang menurut saya paling tepat untuk mulai menanam sereh. Saya menanamnya di kebun belakang rumah.

Dan saya sih menanam sereh selalu dengan cara memanfaatkan pangkal batangnya. Biasanya sereh segar yang dijual di toko oriental/Asia masih menyisakan sedikit bagian antara pangkal batang dan akar. Dari sereh utuh saya potong sepanjang kurang lebih 5 cm dari pangkal batang. Dalam bahasa Inggris dinamakan stalk, walaupun dalam bahasa Indonesia kata stalk diartikan sebagai tangkai. Jadi sebenarnya pengartiannya kurang memadai. Tapi…aahhh ya… tidak ada hal yang sempurna! Lagian, kenapa jadi rumit soal bahasa?

Tadi saya pergi ke toko oriental di kota tetangga diantar Ron. Sebenarnya cuma ingin membeli tempe. Sudah lama saya tidak makan tempe. Tiba-tiba kangen. Tapi sejak beberapa hari terakhir saya memang sudah selalu mengingatkan diri untuk tidak lupa membeli sereh segar. Jadi tadi saya membeli juga 4 batang sereh segar. Tidak untuk masak apa-apa. Cuma karena ingin memanfaatkan pangkal batangnya untuk ditanam. Bagian batangnya yang bagus saya simpan di lemari pembeku dan akan saya pakai kapan-kapan bila sedang butuh.

Keempat pangkal batang sereh yang sudah selesai saya potong itu lalu saya tanam di salah satu pojok di kebun belakang. Pojok itu adalah pojok yang paling banyak dan paling lama terpapar sinar matahari, dari pagi hingga malam saat musim panas.

Pertama-tama tanahnya saya gemburkan dulu. kemudian pangkal batang sereh itu saya tancapkan ke tanah dengan menyisakan 1/2 cm bagian atasnya untuk menyembul di permukaan tanah. Hal terakhir yang saya lakukan adalah menyiram dengan air secukupnya.

* * * * * * *

Advertisements

One comment

  1. terima kasih bu, sudah mau mengshare. ini bermanfaat bgt ∩__∩

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: