sage

Atau Salvia officinalis dalam Bahasa Latin. Dikenal juga dengan nama garden sage atau common sage. Biasa ditanam sebagai bumbu dapur. Dan kata officinalis dalam Bahasa Latin (dari kata officina, yang berarti ruang penyimpanan obat-obatan di biara-biara jaman dulu) mengindikasikan bahwa sage termasuk dalam kategori tanaman obat.

Saya menanamnya juga di satu pojok di kebun belakang saya. Awalnya hanya karena saya ingin juga punya pojok dapur dan herbal di kebun belakang saya. Dan karena saya lumayan suka makanan Eropa, jadilah saya mulai mengoleksi tanaman bumbu dapur khas Eropa dan Mediterania. Misalnya basil, oregano, thyme, lavender dan, tentu saja, sage. Selain itu saya juga menanam laos, seledri, sereh, pandan, ketumbar, kemangi dan jeruk purut. Sayangnya koleksi tanaman bumbu dapur Indonesia saya bukan tanaman-tanaman yang tahan dingin, kecuali seledri. Jadi pilihannya hanya dua: menanam di dalam rumah atau menanam ulang setiap menjelang musim semi tiba bila menanamnya di kebun belakang.

Kembali ke topik tentang sage. Kira-kira beberapa hari yang lalu tanpa sengaja saya membaca sebuah artikel di situs Yahoo Amerika. Sayangnya link dari artikel itu tidak saya simpan. Ternyata tanaman sage memang memiliki banyak kegunaan, baik untuk kebutuhan kuliner maupun untuk pengobatan. Kegunaan kuliner sage tidak hanya sebagai bumbu masakan, tapi bisa juga dibuat teh. Teh sage. 

Cara membuatnya sangat mudah.

Rebus 2 cangkir air hingga mendidih. Matikan api. Masukkan 2 sendok makan daun sage rajang (dari sekitar 10 lembar daun sage yang lebar). Sisihkan selama 5 menit. Tuangkan ke dalam cangkir. Tambahkan 1 sendok teh gula pasir atau madu bila suka.

Di beberapa situs dan blog yang saya kunjungi ketika mencari informasi tentang sage ini menyebutkan bahwa teh sage terasa pahit. Tapi setelah saya mencoba membuat dan tentu saja meminumnya, ternyata teh sage ini tidak pahit. Kalau menurut saya rasanya sih… mmmm… apa ya? Rasanya tidak ada kata dalam Bahasa Indonesia yang pas untuk menggambarkan rasa teh sage ini. Dalam Bahasa Inggris saya menemukan kata yang pas. Earthy taste. Yang jelas sih tidak pahit. Saya bisa meminumnya tanpa menambahkan madu. Tapi tentu dengan sesendok teh madu rasa teh sage ini jadi sangat nikmat.

Tanaman sage ini memiliki fungsi diuretik, mengurangi keringat, anti jamur, antibiotik dan tonik. Juga berguna untuk mengatasi gangguan pencernaan dan untuk mengurangi produksi ASI yang terlalu berlebih. Selain itu untuk mengobati kecemasan dan depresi, meningkatkan fungsi hati, kesuburan perempuan dan masalah-masalah yang berkaitan dengan menopause. Bahkan dari hasil penelitian diketahui bahwa sage efektif untuk mengobati penyakit alzheimer stadium awal dan menengah. Namun dikatakan bahwa bila digunakan dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang lama, sage bisa menyebabkan keracunan. Sage juga tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, kecuali bila digunakan sebagai bumbu masakan dalam jumlah yang sedikit.

Bila anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang kegunaan tanaman sage ini, silakan baca di sini dan sini.

* * * * * * *

Advertisements

2 comments

  1. Gosbam · · Reply

    SAGE: bibit/benih bisa dibeli dimana …?

    1. kalau di Indonesia saya tidak tahu bibit/benih sage bisa dibeli di mana. maaf tidak bisa banyak membantu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: