kecanduan manggleng

 

Kira-kira sebulan sebelum saya kembali ke Belanda, ibu membeli sekantong manggleng dari kelompok Wanita Katolik yang berjualan di pelataran parkir Gereja St. Bonaventura setelah misa minggu pagi. Manggleng yang mereka jual enak sekali. Kering, kemriuk, dan tidak berminyak. Seketika itu juga saya kecanduan.

Bagi yang tidak atau belum tahu apa itu manggleng, ini dia deskripsi sekadarnya. Manggleng terbuat dari bahan dasar singkong. Singkong dikupas, dicuci bersih lalu dipotong-potong bulat sepanjang jari tengah tangan. Lalu dikukus hingga matang. Kemudian dibumbui dengan campuran bawang putih, ketumbar, garam dan air secukupnya hingga meresap. Setelah itu diiris tipis-tipis memanjang, ditaruh di atas tampah yang telah dicuci bersih dan dikeringkan. Kemudian dijemur di terik sinar matahari hingga benar-benar kering untuk kemudian digoreng.

Sebuah proses yang cukup panjang ya. Tapi kalau sudah jadi dan siap disantap…hhhmmm… tak akan berhenti sebelum stoples kosong!

Dan saya membawa tiga kantong besar manggleng siap santap ketika kembali ke Belanda. Sekarang nyaris tak bersisa kecuali satu stoples kecil.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: