khali

Awal mei 2010 saya menerima kiriman Tesaurus Bahasa Indonesia per pos. TBI itu pemberian Mas Moko yang dititip kirim via Pak Jaap. Matur nuwun sanget, Mas Moko. Terima kasih banyak, Pak Jaap.

Saya baca TBI itu pelan-pelan, di saat senggang, di antara kegiatan-kegiatan harian saya. Sampai dengan hari ini belum banyak halaman yang berhasil saya balik. Sebab kadang saya mengulangi membaca entri di halaman-halaman yang sebelumnya sudah saya baca. Ini saya lakukan sebab kadang banyak hal terlewat begitu saja saat membaca. Ketika membaca lagi, baru teringat, “Oh ya, hal ini kan ada hubungannya dengan X.” Dan seterusnya. Dan selanjutnya.

Khali.

Kata itu yang sangat menarik hati saya ketika itu.

Di bagian entri kelompok abjad A khali menjadi bagian penjelasan untuk entri kata abai dan diadopsi dari Bahasa Arab. Untuk lebih lengkapnya, entri kata abai ini mencakup alpa, cabar, ceroboh, cuai, cupai (Mk) gegabah, khali (Ar), lalai, lengah, sembarangan, sembrono, serampangan, silap mata, taksir, teledor dan terpica (Mk) sebagai persamaan makna dan/atau penjelasannya. Di TBI itu tertulis: khali (Ar). Maksudnya kata khali itu berasal atau diadopsi dari Bahasa Arab.

Ketika mata saya sampai pada kata khali itu, saya terpesona. Mata saya berhenti di situ. Lama. Pertama, karena sebelum itu saya tidak pernah tahu bahwa kata khali masuk dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia. Kedua, karena kata khali itu bukan kata yang asing bagi saya. Sebaliknya sangat akrab.

Kontan saya meraih Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka edisi 2002. Membukanya di bagian entri kelompok abjad K dan menemukan entri kata khali di situ. Tentu saja! Dan tentu saja berasal dari Bahasa Arab juga.

Di situ tertulis kata khali memiliki dua makna. Pertama, bebas (lepas, terhindar). Contoh penggunaannya: sebagai manusia, kita tidak khali (baca: bebas, lepas, terhindar) dari kesalahan. Makna kedua, lalai. Contoh penggunaan dalam kalimat: tiada khali (baca: lalai) ia berbuat kebajikan.

Saya mengenal dan mulai belajar tari Kathak tahun 1998 yang lalu. Ketika itulah saya mulai mengenal kata khālī. Tapi waktu itu saya pikir kata itu adalah kata dalam Bahasa Hindi. Tiga tahun kemudian, ketika saya mempelajari tari tersebut di New Delhi, India, baru saya paham bahwa banyak kata dalam Bahasa Hindi mendapat pengaruh dari dan banyak mengadopsi kata dari Bahasa Arab. Tapi tetap saja tidak terpikir bahwa kata khālī juga berasal dari Bahasa Arab.

Saya cek di kamus Hindi–Inggris edisi 1993 yang diedit oleh R.S. McGregor dan diterbitkan di India oleh Oxford University Press. Kalau saya terjemahkan ke dalam huruf Latin, penulisannya begini: khālī. Huruf a yang ditulis dengan tanda strip di atasnya (ā) berarti ditulis dobel (aa) dan dibaca panjang. Demikian juga huruf i dengan cara penulisan yang sama (ī). Jadi khālī bisa juga ditulis Khaalii.

Di kamus tersebut dituliskan kata khālī termasuk kategori adjektiva. Maknanya mencakup: 1. empty; 2. blank (a page, form); 3. unobstructed (path, way); 4. not busy, free (a person, a time); 5. not in use (an object, an appliance); 6. vacant (a post); 7. devoid (of), without; 8. useless, ineffective. Dan beberapa cakupan makna lainnya yang sudah digabungkan dengan kata(-kata) lain.

Hhmmm…

Dalam tari Kathak, seperti halnya dalam seni musik tradisional India, khususnya Hindustani, kata khālī punya peranan yang sangat penting. Kata ini berarti kosong. Empty. Maksudnya, notasi di bagian khālī ini tidak mendapat penekanan atau aksentuasi. Hal ini akan tampak lebih jelas di saat si penari menyanyikan notasi tari dengan menggunakan bantuan kedua tangan. Notasi-notasi yang mendapat aksentuasi akan ditandai dengan tepukan tangan satu kali atau ketukan ujung-ujung jari pada telapak tangan. Sementara notasi-notasi yang masuk kategori khālī tidak.

Hal yang sama berlaku juga pada notasi musik yang digunakan pada musik Hindustani, jenis musik tradisional yang berkembang di bagian Utara India. Saya tidak paham bagaimana dengan musik Carnatic, jenis musik tradisional yang berkembang di bagian Selatan.

Walaupun makna kata khālī yang tertulis dalam kamus Hindi–Inggris terbitan Oxford University Press itu tidak persis sama dengan makna kata khali seperti yang tertulis dalam TBI dan KBBI, tapi tetap saja terlihat ide dasar yang sama.

Saya jadi bertanya-tanya apa arti kata khali yang sebenarnya dalam bahasa aslinya, Bahasa Arab? Dan bagaimana penggunaannya di dalam kalimat?

Andai saya bisa berbahasa Arab. Atau, setidaknya mengerti.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: