Kelinci

Sejak kamis minggu lalu kegiatan kami untuk sementara bertambah satu. Memelihara dua ekor kelinci. Tompel Hitam dan Tompel Coklat, begitu saya memanggil mereka, adalah kelinci-kelinci milik Rohan, seorang teman di sini. Rohan sedang pulang berlibur ke Lombok bersama keluarganya untuk 4,5 minggu. Sebelum berangkat, Rohan minta saya untuk menampung dua kelincinya itu. Oke!

Pengalaman yang menarik. Well, kelinci mungkin bisa menjadi binatang peliharaan di rumah. Tapi berbeda dengan anjing, binatang peliharaan favorit saya, kelinci tidak bisa diajak berkomunikasi dan berkegiatan bersama. Saya cukup mengherani, apa yang membuat orang-orang tertarik untuk memelihara mereka sebagai binatang rumah. Sebab, tidak seperti memelihara anjing, memelihara kelinci hanya membuat jumlah aktivitas kita bertambah tanpa kita bisa terlalu menikmati memiliki mereka. Yang jelas, kasihan juga kelinci-kelinci itu. Sebab ruang gerak mereka sangat terbatas. Hanya sebatas di dalam kandang. Yang jelas, selama mereka menginap di rumah kami, mereka tidak bisa ditaruh dan dilepas di kebun belakang (tentu saja dengan pagar pembatas). Sebab kebun belakang kami tidak berumput. Kalau saya jadi mereka, badan saya akan terasa pegal-pegal sebab kurang bergerak.

Tapi dengan adanya mereka, dua kelinci ini, untuk sementara di rumah kami, kami jadi cukup tertolong. Kedua tompel ini makan selada, selain juga wortel dan ketimun. Nah, seperti biasanya setiap musim panas, tahun ini saya menanam selada. Tiga macam. Sebenarnya jumlah yang saya tanam juga tidak banyak. Tapi penghuni rumah kami cuma dua orang. Walaupun kami berusaha untuk makan salad menggunakan selada hasil tanam sendiri sesering mungkin, tapi tertanya selada-selada itu tumbuh lebih cepat. Apalagi yang namanya selada petik. Semakin sering dipetik, semakin bersemangat dia tumbuh. Dan semakin paniklah kami. Kami sampai menyebutnya: Lettuce attack!! Jadi selama 4,5 minggu ini kedua kelinci yang menginap ini menjadi dewa penolong kami. Thank God!

Penutup: bagaimanapun, saya pribadi tetap beranggapan bahwa anjing adalah binatang peliharaan yang paling ideal untuk dipelihara di rumah. Hidup anjing!

Wouffhh!!

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: